Advertisement
Indonesia Positif

BBPP Ketindan Gelar Bimtek Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim El Nino

BBPP Ketindan Gelar Bimtek Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim El Nino ... ...

TIMES Indonesia,
BBPP Ketindan Gelar Bimtek Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim El Nino
Kegiatan Bimtek Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim El Nino di Lawang, Rabu (14/6/2023) lalu. (Foto: BBPP Ketindan for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Perubahan iklim yang terjadi di belahan dunia saat ini, seperti perubahan pola curah hujan, suhu udara dan perkembangan kejadian iklim ekstrim berupa banjir dan kekeringan merupakan dampak serius perubahan iklim yang dihadapi Indonesia saat ini. Menyikapi perubahan iklim tersebut Kementerian Pertanian melalui UPT Pelatihan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim.

Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan selama 1 (satu) hari dan dilaksanakan di beberapa tempat. Salah satunya digelar pada Rabu (14/06//2023) lalu di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lawang. Peserta yang mengikuti Bimtek sejumlah 20 petani, berasal dari wilayah Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam hal mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Advertisement

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong para petani untuk membuat Indonesia menjadi negara paling kuat terhadap ancaman kekeringan El Nino maupun krisis global dunia.

"Saya makin yakin kalau pertanian itu baik. Maka, masalah apa pun yang dihadapi bangsa ini bisa teratasi. Hal ini bisa kita buktikan di mana panen kita cukup untuk rakyat," ujar Mentan Syahrul.

Bimtek-Mitigasi-2.jpg

Mentan Syahrul menambahkan bahwa semua pihak harus bergerak melakukan kolaborasi, adaptasi dan antisipasi terhadap berbagai tantangan yang ada. Termasuk dalam menghadapi cuaca ekstrem El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang.

 "Pelatihan-pelatihan petani dan PPL ini harus terorganisir dengan baik sehingga seluruh insan pertanian memiliki kemampuan mengantisipasi berbagai tantangan yang muncul akibat el nino. Pelatihan adalah langkah yang tepat dalam memberikan pemahaman el nino secara konkrit dan menyeluruh. Dengan begitu, petani dan penyuluh dapat menumbuhkan kepekaan serta sense of crisis dalam menghadapi semua persoalan,”tegas SYL.

Advertisement

Hal yang sama disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

Dia mengatakan El Nino tidak bisa dicegah, hanya bisa dihadapi dengan antisipasi dan mitigasi yang tepat karenanya itu perlu ada strategi khusus untuk menghadapinya.

"Sebagai insan pertanian, petani dan penyuluh wajib tahu dan paham apa yang harus dilakukan. Sekarang bahkan bukan hanya antisipasi tetapi juga adaptasi dan mitigasi. Karena hanya itulah yang bisa dilakukan agar produktivitas pertanian bisa dipertahankan,” jelas Dedi Nursyamsi.

Pada kegiatan Bimtek tersebut, Djoko Sumianto, Widyaiswara BBPP Ketindan menyampaikan materi tentang Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim. Ia mengatakan bahwa kegiatan bimtek tentang Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim ini sangat penting dan diperlukan oleh para petani dalam menghadapi El Nino sebagai dampak perubahan iklim. 

“Ini merupakan langkah kongkrit dan operasional serta strategi dalam menghadapi perubahan iklim global di sektor pertanian. Sdebagai contoh dengan pemanfaatan aplikasi Katam (Kalender Tanam) terpadu modern, yang bisa menyesuaikan waktu tanam terhadap kondisi curah hujan, pemilihan varietas unggul adaptif, penggunaan teknologi hemat air, memberikan pakan ternak yang menghasilkan kotoran rendah emisi dan lain-lain,” kata Djoko Sumianto. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia