Advertisement
Indonesia Positif

Hadapi Tantangan Pertanian, Polbangtan Malang Gelar Bimtek untuk Petani dan Penyuluh di Ngawi

Hadapi Tantangan Pertanian, Polbangtan Malang Gelar Bimtek untuk Petani dan Penyuluh di Ngawi ... ...

TIMES Indonesia,
Hadapi Tantangan Pertanian, Polbangtan Malang Gelar Bimtek untuk Petani dan Penyuluh di Ngawi
Bimtek peningkatan kapasitas petani dan penyuluh fi Kabupaten Ngawi, Sabtu (17/6/2023). (Foto: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluhan, Sabtu (17/6/2023). Bertempat di Calista Resto dan Cafe Desa Guyung Kecamatan Gerih Kabupaten Ngasi, kegiatan bimtek mengusung Tema Inovasi Budidaya dan Pengendalian OPT Tanaman Padi mengingat biasanya pada musim pancaroba itu akan terjadi serangan hama dan penyakit.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, yang merupakan bagian dari faktor utama dalam mewujudkan pembangunan di sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional. 

Advertisement

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM khususnya petugas lapangan pertanian sangat penting.

“Petugas lapangan memiliki peran penting memajukan pertanian di Indonesia, yang merupakan sosok pembimbing petani dalam meningkatkan produktivitas,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan petani dan penyuluh sebagai garda terdepan suksesnya pembangunan pertanian harus terus bekerja keras.

Bimtek-peningkatan-kapasitas-petani-b.jpg

“Dan salah satu faktor produksi pertanian adalah pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan). OPT bisa menghilangkan hasil antara 10% – 100% bahkan hingga tidak bisa panen atau gagal panen. Bila kita bisa mengendalikan OPT, artinya kita bisa menyelamatkan produktivitas antara 10% – 80%,” ujarnya.

Advertisement

Kegiatan bimtek yang diselenggarakan kerjasama antara Polbangtan Malang dengan komisi IV DPR RI tersebut diikuti oleh 100 orang petani dan penyuluh.

Pada kesempatan tersebut hadir anggota komisi IV DPR RI, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi dan Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) Polbangtan Malang.

Suhirmanto, Kepala UPPM Polbangtan Malang dalam sambutannya mengatakan bahwa dunia pertanian akan menghadapi banyak tantangan kedepan, sedangkan ketersediaan pangan merupakan pilar utama.

"Untuk mengantisipasi tantangan tersebut kita perlu meningkatkan kapasitas petani untuk itu bimtek ini kami selenggarakan untuk meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh di Kabupaten Ngawi", kata Suhirmanto.

Setuju dengan pernyataan Suhirmanto dari Polbangtan Malang, Anggota Komisi IV DPR RI, H. Ibnu Multazzam berharap petani dan penyuluh yang telah mengikuti acara ini dapat meningkatkan kapasitasnya baik pengetahuan maupun keterampilannya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia