Advertisement
Indonesia Positif

Akses Utama Putus, Warga Kedungbendo Pacitan Minta Pemerintah Buatkan Jembatan Gantung 

Warga Desa Kedungbendo Kecamatan Arjosari, Subakir (64), meminta Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur bisa mewujudkan jembatan gantung. ... ...

TIMES Indonesia,
Akses Utama Putus, Warga Kedungbendo Pacitan Minta Pemerintah Buatkan Jembatan Gantung 
Warga Desa Kedungbendo Kecamatan Arjosari, Subakir (64) saat menunjuk jembatan yang putus. (Foto: Rojihan/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

PACITAN Warga Desa Kedungbendo Kecamatan Arjosari, Subakir (64), meminta Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur bisa mewujudkan jembatan gantung.

Hal itu dikarenakan selama 2 tahun ini, kurang lebih 1 ribu warga di tiga Dusun Banyuanget, Jati, Ngasem aktivitasnya sangat terhambat alias harus rela berputar 5 kilo meter untuk menuju jalan utama saat hujan, akibat tak punya jembatan penghubung.

Advertisement

"Harapan kami, sebagai masyarakat bagaimana mempunyai jembatan, kalau tidak bisa permanen ya jembatan gantung. Karena kami sangat membutuhkan," katanya, Selasa (20/6/2023).

Bahkan saat musim kemarau seperti ini saja, masyarakat setempat dengan suwadaya semampunya membuat jembatan kecil sementara di tengah sungai yang terbuat dari kayu dan anyaman bambu agar bisa dilintasi roda dua untuk aktivitas sehari-hari dan anak sekolah.

Saat musim hujan, jembatan yang menjadi akses tersebut tak bisa digunakan. Bahkan sering diterjang banjir, tak sedikit satu dua bulan saar air surut terpaksa merakit kembali demi anak dan masyarakat bisa melintas.

"Ya kalau musim hujan kami mutar jauh, jembatan ini tidak bisa menahan air dan sering kali kami bersama warga gotong royong membuat jembatan lagi," imbuhnya.

Dia bersama warga lainnya kembali berharap Pemerintah bisa membuatkan jembatan gantung agar warga tiga dusun bisa beraktivitas normal. Kesusahan tersebut diawali dengan bencana tahun 2017 lalu yang mengakibatkan jembatan gantung roboh, setelah itu dibangun kembali jembatan setengah permanen. 

Advertisement

Namun tak bisa bertahan lama akibat pondasi jembatan bangunan bantuan dari Pusat itu mengalami keretakan cukup parah, yang mengakibatkan pada tahun 2021 dirobohkan. Setelah itu masyarakat setempat hingga saat ini tak punya jembatan penghubung.

Subakir (64), yang juga Ketua Pokmas Pembangunan Jembatan Poncorejo itu berencana dengan puluhan warga akan melakukan hearing atau audiansi dengan DPRD Pacitan untuk meminta kejelasan jembatan yang rusak dan memohon agar dapat dianggarkan membangun jembatan gantung di APBD Perubahan Tahun 2023 mendatang.

Sementara itu Kepala Desa Kedungbendo Sugianto (42), saat dikonfirmasi pihakya disetiap kesempatan selalu berupaya sudah mengusulkan kepada DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Pacitan berkaitan dengan usulan pembangunan jembatan gantung, yang menjadi akses vital masyarakatnya sekaligus penghubung dengan Desa Kalikuning Kecamatan Tulakan.

"Saya selama ini sudah berupaya semaksimal mungkin disetiap kesempatan mengusulkan untuk dibangun kembali jembatan gantung. Bahkan rumah saya saja juga disana termasuk terdampak, harapan saya ya segera ada pembangunan kasian warga saya," terangnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rojihan
PenulisRojihanSarjana Managemen Pendidikan Islam di STAI NU Pacitan (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya, wisata, pemerintahan, pendidikan dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia