Advertisement
Indonesia Positif

Rektor UNJ Beberkan Tantangan Terbesar Pendidikan Nasional Selain Teknologi dan Literasi Pada ICHELSS-HISPISI 2023 di UNM

Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ sekaligus Ketua Umum Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia (HISPISI) mengikuti kegiatan 3rd Internasional Conference on Humanities, Education, Law, and Social Sciences (ICHELSS) di Universitas Negeri Maka

TIMES Indonesia,
Rektor UNJ Beberkan Tantangan Terbesar Pendidikan Nasional Selain Teknologi dan Literasi Pada ICHELSS-HISPISI 2023 di UNM
3rd Internasional Conference on Humanities, Education, Law, and Social Sciences (ICHELSS) - HISPISI 2023 (22/6/23). (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JAKARTA Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ sekaligus Ketua Umum Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia (HISPISI) mengikuti kegiatan 3rd Internasional Conference on Humanities, Education, Law, and Social Sciences (ICHELSS) di Universitas Negeri Makassar (UNM) pada 22 Juni 2023.

Pada kegiatan ICHELSS 2023 yang diketuai oleh Prof. Jumadi yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNM ini turut menghadirkan narasumber: Prof. Hariyono selaku Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Najma Moosa selaku Guru Besar University of the Western Cape South Africa, Prof Jalaluddin Abdul Malek selaku Guru Besar Universitas Nasional Malaysia, dan Dr. Allison L. Norton selaku Profesor di Hartford International University for Religion and Peace, USA. Sementara itu, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Prof. Hasnawi selaku Wakil Rektor UNM Bidang Akademik yang mewakili Rektor UNM.

Advertisement

Pada kesempatan ini Prof. Komarudin menyebut pentingnya kolaborasi ilmu sosial di tingkat nasional, daerah, dan dunia. Hal tersebut bertujuan untuk kontribusi dengan isu kontemporer terkait Society 5.0, seperti geopolitik, isu lingkungan global, energi, kemiskinan, MBKM, digitalisasi pendidikan, profesi dan mutu guru ilmu-ilmu sosial, pendidikan karakter, kewarganegaraan global, dan lainnya. 

Internasional-Conference.jpg

Menurut Prof. Komarudin, tantangan pendidikan terbesar nasional bukan sekedar teknologi atau literasi pengetahuan, tapi juga keahlian, rasa cinta pada tanah air serta kemanusiaan. 

Prof Komarudin menekankan pentingnya tujuan keberadaan ilmu sosial, yakni untuk menciptakan masyarakat yang adil, sejahtera yang dapat berguna untuk menanggulangi ketidakadilan, ketidaksetaraan, dan kemakmuran di masyarakat. 

Prof Komarudin juga menyebutkan pentingnya peran pendidikan untuk menangani isu-isu kontemporer yang berkembang saat ini. Hal tersebut tentu membutuhkan kerjasama pendidikan lintas sektor di tingkat daerah, nasional, dan global,. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia