Advertisement
Indonesia Positif

Kementan Tingkatkan Nilai Tambah Komoditas Pertanian, Ini Kata DPD RI

Sektor pertanian menjadi salah satu penopang perekonomian bangsa Indonesia, terlebih disaat pandemi COVID-19. Terbukti di saat pendapatan domestik bruto (PDB) sektor lain terpuruk, sektor pertanian mengalami pertumbuhan positif sebesar 16,24% di kuartal k

TIMES Indonesia,
Kementan Tingkatkan Nilai Tambah Komoditas Pertanian, Ini Kata DPD RI
Pembukaan TOT “Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Pertanian”. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BATU Sektor pertanian menjadi salah satu penopang perekonomian bangsa Indonesia, terlebih disaat pandemi COVID-19. Terbukti di saat pendapatan domestik bruto (PDB) sektor lain terpuruk, sektor pertanian mengalami pertumbuhan positif sebesar 16,24% di kuartal ke II tahun 2020 saat awal pandemi berlangsung.

Untuk terus meningkatkan produktifitas pertanian, diperlukan SDM yang dapat meningkatkan nilai tambah dari komoditas pertanian.

Advertisement

Melihat hal tersebut, Kementerian Pertanian kembali melaksanakan Training of Trainer (TOT) dengan tema “Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Pertanian” yang dilaksanakan pada tanggal 21 – 23 Juni 2023. 

Bustami Zainuddin, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada saat pembukaan TOT menyampaikan apresiasinya pada kegaitan TOT ini, beliau mengatakan bahwa di masa pandemi COVID-19, pertanian lah yang menopang ekonomi bangsa Indonesia. 

“Para petani ini bukan hanya mereka minta untuk dibanggakan tetapi mereka juga harus disejahterakan, itu pesan utamanya. Buat mereka para petani itu, kebanggaan negara ini kepada mereka akan sia-sia kalau mereka hari ini tidak bergerak dari kemiskinan” ujar Bustami.

Bustami melanjutkan bahwa jika ketahanan pertanian ini hebat maka ketahanan negara ini juga tercermin hebatnya dari pertanian kita.

“Ambruknya pertanian, ambruk pula negara ini. pasti tumbang kita” tambahnya.

Advertisement

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa sehebat apapun bangsa ini, kalau makanan bersoal, maka akan menjadi kelemahan. 

“Bahkan ekonomi semua bangsa akan baik kalau makanan tersedia dan itu bagian dari standing procedure kenapa TOT ini penting” ujar Mentan.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nusyamsi, menyampaikan bahwa petani harus memiliki kemampuan untuk mengolah hasil panen.

"Petani jangan jual produk mentah, harus dapat mengolah produk nya agar punya nilai tambah, dengan begitu hasil yang didapat jadi lebih banyak” ujar Dedi.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSalsabila Ayu Ichiga (CR-103) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia