Advertisement
Indonesia Positif

Pasca Idul Adha, Penjualan Daging di Pacitan Turun

Pasca Idul Adha 1444 H atau 2023 ini los daging di Pasar Minulyo, Kabupaten Pacitan tampak masih sepi pembeli. Deretan kios yang ada juga tidak seramai ...

TIMES Indonesia,
Pasca Idul Adha, Penjualan Daging di Pacitan Turun
Daging sapi di Pasar Minulyo Pacitan sepi peminat pasca Idul Adha 1444 H. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

PACITAN Pasca Idul Adha 1444 H atau 2023 ini los daging di Pasar Minulyo, Kabupaten Pacitan tampak masih sepi pembeli. Deretan kios yang ada juga tidak seramai sebelumnya. 

Penjual daging Andini mengungkapkan, selama sepekan omzet penjualannya justru cenderung melempem. Padahal harganya tidak ada perubahan sama sekali. Kisaran Rp120-140 ribu per kilogram. 

Advertisement

"Sepi pembeli. Mungkin di rumah masih banyak stok daging kurban," katanya, Selasa (4/7/2023). 

Andini menyangka, butuh waktu satu minggu ke depan agar lapak dagingnya bisa kembali normal seperti sedia kala. Pun begitu, dirinya masih melayani permintaan acara hajatan. 

"Konsumen biasa masih sepi. Kecuali untuk acara pernikahan masih ada yang pesan ke sini. Seminggu lagi semoga keadaan bisa pulih," ujarnya. 

Senada diungkapkan pedagang daging sapi Dyah Wismaningsih (53), jika penjualan per hari di pasar saat ini hanya kisaran 60-70 kilogram. 

"Habis lebaran seperti ini pembelinya justru sepi. Padahal hari biasa mampu jual 80-100 kilogram sekali gelar," ucapnya. 

Advertisement

Sementara itu, menurut penjual ayam potong Didik Heriyanto menyebutkan bahwa sepinya pasar membuat lapaknya ikut terdampak. Penjualannya pun merosot drastis hingga 50 persen. 

"Kondisinya lagi sepi. Harga daging ayam justru semakin naik. Perkilogram Rp40 ribu. Pembelinya jauh berkurang," terangnya. 

Selain itu, penjual daging sapi di Pasar Arjowinangun Pacitan Sujarmi (70) mengaku hanya bisa pasrah dengan keadaan sambil berharap hari baik memihak lapaknya sehingga tidak rugi. "Mau jual di bawah harga tidak bisa. Soalnya sudah menjadi kesepakatan pasar. Pasrah saja," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia