Advertisement
Indonesia Positif

Mahasiswa Vokasi UB Terpilih Jadi Wakil Asia dalam World Combat Games

Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB), Mohammad Rafie Altamis terpilih menjadi perwakilan atlet Asia untuk Cabang Olahraga Sava ...

TIMES Indonesia,
Mahasiswa Vokasi UB Terpilih Jadi Wakil Asia dalam World Combat Games
Mahasisa Vokasi UB Mohammad Rafie Altamis yang akan wakili Asia untuk Cabang Olahraga Savate dalam World Combat Games pada Oktober 2023 mendatang di Riyadh Arab Saudi. (Ist)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB), Mohammad Rafie Altamis terpilih menjadi perwakilan atlet Asia untuk Cabang Olahraga Savate dalam World Combat Games pada Oktober 2023 mendatang di Riyadh Arab Saudi.

World Combat Games adalah kompetisi olahraga yang diadakan setiap beberapa tahun dan mempertemukan para atlet dari berbagai cabang beladiri dan seni bela diri di seluruh dunia, termasuk savate, taekwondo, karate, dan cabang olahraga bela diri lainnya.

Advertisement

Dia berhasil lolos ke kompetisi ini setelah masuk dalam kualifikasi seleksi pada Kejuaraan Savate Asia sebelumnya, yaitu The 4th Asian Savate Championship 2023 di Uzbekistan pada Mei 2023 lalu. Rafie mencapai posisi prestisius ini melalui kualifikasi seleksi yang ketat pada Kejuaraan Savate Asia.

Rafie berhasil menjadi salah satu dari empat atlet terbaik yang akan mewakili Asia di cabang olahraga Savate -65 kg kelas senior dalam World Combat Games 2023. 

Atlet-atlet Asia lainnya yang lolos kualifikasi berasal dari Iran, Sri Lanka, dan Uzbekistan. "Kejuaraan yang akan datang akan jadi tertinggi, terbesar, dan bergengsi dalam kehidupan saya. Jika saya nanti jadi juara pasti misalkan juara akan menjadi sejarah Indonesia,” katanya.

Rafie mengatakan karena waktu kompetisi masih dua bulan lagi, maka dia tetap melakukan latihan dan harus menjaga berat badan. “Karena saya kan ikutnya yang under 65 kg maka harus menjaga pola makan dan mental. Selain itu untuk menjaga stabilitas agar tidak kendor saat lomba nanti," ujarnya.

Sebagai atlet savate , Rafie juga memegang prestasi gemilang sebagai atlet Indonesia senior pertama dan satu-satunya dalam sejarah. Prestasi ini menandai keberhasilan Rafie dalam memperoleh pengakuan dan tempat yang pantas di dunia olahraga savate internasional.

Advertisement

Selain savate, Rafie juga telah mengukir prestasi gemilang dalam berbagai cabang olahraga, termasuk kempo, taekwondo, dan basket. Ia pernah meraih juara di tingkat nasional dalam olahraga-olahraga tersebut.

Bela Diri bagi Mohammad Rafie Altamis bukanlah sekedar olahraga namun lebih dari itu keinginannya untuk menekuni karena ingin melindungi keluarga dan dirinya sendiri.

“Saya memilih bela diri agar tidak direndahkan orang lain dan bisa melindungi orang tua serta terhindar bully,” tuturnya.

Savate, Jiu Jitsu, Kempo, dan Taekwondo adalah empat seni Bela Diri yang saat ini ditekuninya. Seni Bela Diri tersebut telah ditekuninya sejak duduk di bangku SD. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia