Indonesia Positif

Pemkab Jombang Dorong Peningkatan Unit Usaha Pondok Pesantren

Selasa, 11 Juli 2023 - 22:36 | 34.01k
Sumrambah, Wakil Bupati Jombang saat menghadiri diskusi kajian keuangan syariah dalam rangka Mendukung gerakan nasional revolusi mental, di Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa (11/7/2023). (FOTO: dok. Pemkab Jombang for TIMES Indonesia)
Sumrambah, Wakil Bupati Jombang saat menghadiri diskusi kajian keuangan syariah dalam rangka Mendukung gerakan nasional revolusi mental, di Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa (11/7/2023). (FOTO: dok. Pemkab Jombang for TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, JOMBANGPemkab Jombang mengelar diseminasi kajian keuangan syariah dalam rangka mendukung gerakan nasional revolusi mental, di Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa (11/7/2023).

Kegiatan dibungkus dengan sarasehan bertema "Strategi Pemberdayaan Ekonomi Unit Usaha Ponpes dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan".

Advertisement

Sumrambah, Wakil Bupati Jombang menjelaskan kegiatan yang merujuk pada rapat terbatas kabinet terkait Strategi Nasional Keuangan Inklusif pada Januari 2020. Rapat menyepakati bahwa kajian yang ditentukan adalah terkait strategi pemberdayaan ekonomi unit usaha pondok pesantren dalam meningkatkan inklusi keuangan.

"Kajian ini sekaligus menjawab arahan Presiden bahwa inklusi keuangan dalam hal ini melalui lembaga keuangan mikro, mampu memberikan akses layanan keuangan kepada kelompok pelajar/santri," tuturnya

Sebagaimana diketahui pondok pesantren di Kabupaten Jombang memiliki potensi yang besar untuk peningkatan inklusi keuangan. Ini karena  jumlah pondok pesantren yang relatif banyak terutama yang belum memiliki unit usaha.

"Oleh karena itu Pemkab Jombang berkomitmen untuk mendorong implementasi unit usaha pondok pesantren dan upaya peningkatan inklusi keuangan serta mendorong skema intervensi non tunai baik oleh pemerintah atau non pemerintah," tambahnya

Menurutnya, pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan diharapkan mampu menggerakkan perekonomian dengan tujuan menciptakan kesejahteraan masyarakat sekaligus memupuk semangat kewirausahaan.

 "Namun, pemberdayaan ekonomi unit usaha pondok pesantren juga membutuhkan peran aktif dan partisipasi dari semua pihak," ucapnya.

Untuk itu, wakil bupati  mengajak pondok pesantren, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, dan pihak terkait lainnya untuk bersama-sama membangun sinergi dan kolaborasi dalam mengembangkan unit usaha pondok pesantren.

"Semoga diseminasi hasil kajian ini akan memberikan manfaat bagi kelanjutan mekanisme pemberdayaan ekonomi di unit usaha pondok pesantren. Saya juga berpesan kepada seluruh yang hadir untuk dapat memanfaatkan peluang edukasi ini," ucapnya. 

Wakil Bupati Sumrambah menutup sambutannya dengan pantun. "Menabung sambil ibadah, jika berlebih berilah sedekah. Mari tingkatkan literasi syariah semoga hidup kita menjadi berkah," tuturnya

Dalam diskusi tersebut, Mitra DNKI memberikan peluang seluas-luasnya kepada pesantren untuk melakukan kerjasama dalam rangka meningkatkan kapasitas ekonomi dan kewirausahaan pesantren melalui produk produk keuangan yang ada. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES