Advertisement
Indonesia Positif

Direktur TIMES Indonesia sampaikan Mendesaknya Ketahanan Informasi di Kodim 0833 Kota Malang

Ketika seorang menelusuri tentang Indonesia di mesin penelusuran, kebanyakan artikel yang muncul adalah artikel negatif. Hal itu berdasarkan data yang ada di Google saat ...

TIMES Indonesia,
Direktur TIMES Indonesia sampaikan Mendesaknya Ketahanan Informasi di Kodim 0833 Kota Malang
Direktur TIMES Indonesia, Sri Widji  Wahyuning Lestari ketika menjadi pemateri dalam acara membangun ketahanan informasi di era digital Kodim 0833 Kota Malang, Rabu (12/7/2023). (Foto: Maghrubio Javanoti/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Ketika seorang menelusuri tentang Indonesia di mesin penelusuran, kebanyakan artikel yang muncul adalah artikel negatif. Hal itu berdasarkan data yang ada di Google saat ini. 

Fenomena tersebut disampaikan oleh Direktur TIMES Indonesia, Sri Widji  Wahyuning Lestari ketika menjadi pemateri dalam acara membangun ketahanan informasi di era digital Kodim 0833 Kota Malang, Rabu (12/7/2023). 

Advertisement

Wanita yang akrab disapa Naning itu mengatakan, istilah bad news its good news atau bisa diartikan sebuah kabar buruk, adalah kabar yang paling banyak dicari dan bahkan disukai oleh kebanyakan orang, memang masih menjadi budaya atau mind set kebanyakan orang. 

Padahal hal ini mempunyai dampak yang cukup serius, terhadap perorangan, organisasi, atau bahkan negara sekalipun. 

Kondisi di masyarakat saat ini, kebanyakan orang lebih suka menyebarkan berita negatif tentang suatu hal, ketimbang hal positifnya. Berdasarkan hasil penelitian dari berbagai sumber, ada 4 dampak umum  yang terjadi akibat hal tersebut. 

Kodim-0833-Malang.jpg

"Yang pertama yakni masyarakat ter-mind set negatif tentang Indonesia," ucapnya. 

Advertisement

Selanjutnya akibat fenomena ini, masyarakat juga menjadi addict terhadap konten negatif.  "Dan akhirnya cenderung  mencari hal negatif dari personal,  lembaga, ataupun organisasi," imbuhnya. 

Dampak ketiga, menyambung dengan kebiasaan mengonsumsi informasi negatif,  masyarakat akhirnya menganggap bahwa semua hal positif tidak lebih penting. "Dan keempat akhirnya timbul darurat informasi di Indonesia," terangnya. 

Untuk itu, pihaknya mengajak agar seluruh pihak,  utamanya angggota Kodim 0833 Kota Malang bisa ikut memerangi konten negatif yang beredar. Yakni dengan menebar berita positif. "1 berita negatif harus dilawan dengan 1000 berita positif," tandasnya. 

Dengan begitu,  kedepan Indonesia bisa mempunyai ketahanan informasi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia