Advertisement
Indonesia Positif

Dosen Farmasi FK Unisma Malang, Gagas Pengembangan Krim Kombinasi Pinostrobin dan Kitosan Berbantuan Komputer

Perkembangan teknologi yang semakin pesat menjadikan daya tarik tersendiri dalam pengembangan sediaan farmasi.

TIMES Indonesia,
Dosen Farmasi FK Unisma Malang, Gagas Pengembangan Krim Kombinasi Pinostrobin dan Kitosan Berbantuan Komputer
Apt. Anita Puspa Widiyana, M. Farm. saat mempresentasikan hasil penelitian Kombinasi Pinostrobin dan Kitosan sebagai Agen Antimikroba. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Perkembangan teknologi yang semakin pesat menjadikan daya tarik tersendiri dalam pengembangan sediaan farmasi. Adanya program komputer dapat membantu mengurangi waktu dan biaya di laboratorium. Berbagai program digunakan untuk mengetahui interaksi antara senyawa yang potensial sebagai obat dengan bahan lain penyusun sediaan farmasi.

Apt. Anita Puspa Widiyana, M. Farm. yang merupakan salah satu dosen Prodi Farmasi FK Unisma Malang dan mahasiswa Prodi Doktor Ilmu Farmasi Fakultas Farmasi UNAIR Surabaya di bidang Kimia Farmasi mulai mengembangkan potensi krim pinostrobin yang dikombinasikan dengan kitosan sebagai antimikroba.

Advertisement

“Sejalan dengan visi dan misi FK Universitas Islam Malang yang berfokus kepada keanekaragaman hayati dan sesuai dengan tema disertasinya, maka pinostrobin yang berasal dari temu kunci menjadi pilihan utama,” ungkap Anita.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

zoom-meeting.jpg

“Pemanfaatan program komputer digunakan untuk melihat interaksi antara pinostrobin dan kitosan serta potensi kombinasi keduanya sebagai antimikroba,” tutur Anita.

Pinostrobin sendiri merupakan senyawa aktif yang potensial sebagai antimikroba. Kelarutannya yang rendah menjadi dasar pemikiran untuk mengkombinasikan dengan kitosan yang merupakan biopolimer yang berasal dari cangkang udang dan kepiting yang dapat meningkatkan kelarutan.

Advertisement

Melalui program komputer diamati adanya interaksi antara pinostrobin dan kitosan secara molekular. Selain itu juga memprediksi aktivitas kombinasi keduanya sebagai antimikroba.

Hasil dari penelitian dari Anita yang berjudul “Desain Obat Berbantuan Komputer: Kombinasi Pinostrobin dan Kitosan sebagai Agen Antimikroba” telah diseminasikan di dalam seminar 3rd Basic and Applied Sciences Conference (BASC) 2023 dengan tema “Teknologi Kesehatan dan Inovasi Sosial untuk Indonesia Sehat dan Sejahtera” pada tanggal 1-2 Juli 2023.

Kegiatan tersebut diadakan oleh Universitas YARSI dan AKADEMISI. Penelitian ini didanai melalui skema Hibah Institusi Unisma (HI-ma) Tahun Anggaran 2022/2023.

“Dalam rangka menuju Unisma Malang sebagai World Class University, setiap dosen harus senantiasa bersemangat dan berkontribusi terutama di bidang penelitian,” pungkas Anita. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

D
PenulisDwi Fitri Wiyono (CR-57) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia