Advertisement
Indonesia Positif

Lewat Program Babinsa Duta Informasi Positif, Kodim Bojonegoro Tangkal Berita Negatif

Komandan Kodim 0813/Bojonegoro, Letkol Arm Arif Yudo Purwanto mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan keberadaan anggota TNI terutama anggota-anggota Babinsa di seluruh ...

TIMES Indonesia,
Lewat Program Babinsa Duta Informasi Positif, Kodim Bojonegoro Tangkal Berita Negatif
Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Arm Arif Yudo Purwanto ketika menyerahkan bantuan kepada warga. (FOTO: Kodim 0813/Bojonegoro)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BOJONEGORO Komandan Kodim 0813/Bojonegoro, Letkol Arm Arif Yudo Purwanto mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan keberadaan anggota TNI terutama anggota-anggota Babinsa di seluruh wilayah Bumi Angling Dharmo untuk turut serta memerangi informasi hoaks dan negatif yang bertebaran di dunia digital terutama media sosial (medsos).

“Tentu, kami akan mengoptimalkan keberadaan anggota-anggota Babinsa. Mereka akan kami kerahkan untuk memproduksi konten-konten positif, baik itu berupa kegiatan, acara, budaya, seni, dan prestasi yang ada di tengah masyarakat,” kata Arif, Minggu (16/7/2023).

Advertisement

Sebagai prajurit pemegang komando teritorial wilayah kabupaten, Arif mengaku akan ikut menyukseskan Program Babinsa Duta Informasi Positif yang digagas oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf.

“Dimulai dari Babinsa, kita akan turut serta mengisi jagat maya kita dengan konten-konten positif. Konten yang bermanfaat untuk masyarakat terutama untuk generasi muda penerus Bangsa Indonesia,” tandas pria asli kelahiran Bojonegoro ini.

Menurut Arif, ada banyak konten positif yang dapat dijadikan konten positif oleh anggota Babinsa. Apalagi, letak geografis Bojonegoro berada di wilayah perbatasan dengan Jawa Tengah, tepatnya berbatasan dengan Kabupaten Blora. Sehingga, ada banyak akulturasi seni, dan budaya yang ada di tengah masyarakat.

“Tidak hanya akulturasi seni dan budaya, Bojonegoro juga memiliki beragam kuliner dan bahasa. Contohnya, kuliner Bojonegoro wilayah Barat dengan Bojonegoro Timur saja sangat berbeda. Termasuk dialetika bahasa juga berbeda,” tandas Arif.

Tak hanya Babinsa, Arif mengajak seluruh elemen masyarakat Bojonegoro ikut serta memproduksi konten positif di dunia maya. Setidaknya, konten itu dipublikasikan di laman medsos pribadi masing-masing.

Advertisement

“Tapi ya itu, kami ingatkan mohon masyarakat agar berhati-hati ketika akan memposting informasi. Jangan posting informasi yang sekiranya dapat memancing emosi negatif netizen. Postinglah status di media sosial (medsos) yang positif. Misalnya, soal kuliner dan kegiatan sosial, olahraga, keagamaan dan lain sebagainya. Termasuk para anggota-anggota Babinsa,” pinta Arif. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A Riyadi
PenulisA RiyadiSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (2004) dan Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (2016). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018. Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia