Advertisement
Indonesia Positif

MMD UB Desa Sumberejo Madiun Bentuk Kader Muda Digital Menuju Smart Village dan Inklusi Sosial

Kelompok Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya mendorong Desa Sumberejo, Kecamatan/Kabupaten Madiun,

TIMES Indonesia,
MMD UB Desa Sumberejo Madiun Bentuk Kader Muda Digital Menuju Smart Village dan Inklusi Sosial
Kegiatan MMD Universitas Brawijaya di Desa Sumberejo, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Jawa Timur. (Foto: MMD UB)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MADIUN Kelompok Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya mendorong Desa Sumberejo, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Jawa Timur menjadi desa cerdas atau smart village dan inklusi sosial dalam pembangunan melalui pembentukan kader muda digital pada Sabtu (15/07/2023).

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Novy Setia Yunas menjelaskan, bahwa saat ini digitalisasi di semua level Pemerintahan tak terkecuali di Desa menjadi kebutuhan sekaligus tantangan, apalagi di tengah arus informasi, teknologi dan komunikasi yang pesat

Advertisement

"Semuanya kini dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut sehingga nanti akan menjadi desa cerdas yang modern berkelanjutan," ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Yunas, dalam mewujudkan smart village, langkah utamanya yakni mencetak kader-kader muda yang potensial dalam melakukan digitalisasi di Desa Sumberejo.

Namun demikian, kata dia, desa dengan karakteristik sosial dan komposisi sumber daya manusia yang ada harus mampu membuat desain jalan tengah bagi keberhasilan digitalisasi tersebut.

"Harapannya, program MMD UB ini mampu mendorong upaya penciptaan smart village dan inklusi sosial dalam pembangunan desa.Apalagi saat ini demografi di Desa didominasi oleh generasi muda yang tentunya pemikiran, ide dan gagasannya harus diakomodir untuk pembangunan desa sehingga akan sejalan dengan semangat inklusi dalam pembangunan di Desa," tutur Yunas.

MMD-UB-di-Madiun.jpg

Sementara itu, Kepala Desa Sumberejo, Maridi sangat mendukung pembentukan kader muda digital tersebut.

Diharapkan hadirnya mahasiswa dari Universitas Brawijaya tersebut dapat menyebarluaskan ilmu-ilmunya, baik ke aparat pemerintahan maupun masyarakat setempat khususnya generasi muda melalui kegiatan-kegiatan yang sudah dibentuk, sehingga kedepan generasi muda di Desa Sumberejo dapat berkontribusi pada pembangunan di Desa.

Pada kesempatan tersebut juga, dilakukan penyerahan dokumen kerjasama antara FISIP Universitas Brawijaya dengan Pemerintah Desa Sumberejo dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan sumber daya manusia khususnya pada upaya mendorong akselerasi digital dan inklusi sosial di desa.

Kick Off Pembentukan Kader Muda Digital oleh Tim MMD KKN Mahasiswa Universitas Brawijaya tersebut juga dihadiri Pemdes Sumberejo beserta jajaran, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Madiun, Bhabinkamtibmas Polsek Madiun, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Karang Taruna Desa Sumberejo Kecamatan/Kabupaten Madiun. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rudi Mulya
PenulisRudi MulyaSarjana Ilmu Sosial (S.Sos) Universitas Dr. Soetomo, Surabaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Fotografer dan Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, Pemerintahan, Pendidikan, Seni, Budaya dan Isu Nasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia