Indonesia Positif

Kominfo Bondowoso Bina Masyarakat agar Tak Percaya Hoaks

Senin, 17 Juli 2023 - 14:37 | 48.90k
Pembinaan masyarakat desa tentang pemanfaatan teknologi digital yang dilaksanakan Kominfo Bondowoso (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
Pembinaan masyarakat desa tentang pemanfaatan teknologi digital yang dilaksanakan Kominfo Bondowoso (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Bondowoso melaksanakan pembinaan terhadap paramuda pegiat informasi masyarakat. Pembinaan dilakukan agar mereka lebih bijak menghadapi kemajuan teknologi digital. 

Pembinaan tersebut menyasar Komunitas Informasi Masyarakat (KIM). Bahkan Kominfo juga menggandeng mahasiswa KKN Universitas Jember (UNEJ). 

Advertisement

KIM merupakan kelompok yang dibentuk oleh masyarakat, dari masyarakat, dan untuk masyarakat, secara mandiri dan kreatif. 

Diharapkan, pengelolaan informasi dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah taraf kehidupannya. 

KIM memiliki arti penting sebagai mitra pemerintah dan sebagai bagian dari jaringan sistem informasi nasional dalam diseminasi informasi dan penyerapan aspirasi masyarakat.

Pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat desa bertujuan memaksimalkan penyebaran informasi valid kepada masyarakat desa untuk menghindari kabar bohong atau hoaks.

Pembinaan sendiri berlangsung di Desa Karanganyar, Kecamatan Klabang, Bondowoso. 

Turut hadir segenap unsur masyarakat desa setempat serta mahasiswa yang tengah menjalankan tugas kuliah tersebut.

"Pembinaan ini dilakukan sesuai visi dan misi Bupati Bondowoso, menumbuhkembangkan pastisipasi masyarakat dan pembangunan," jelas Kepala Diskominfo, Ghozal Rawan, Senin (17/7/2023).

Kegiatan tersebut kata dia, juga bertujuan untuk memberi pemahaman pada masyarakat untuk berhati-hati di era keterbukaan publik dan dunia digital. Terutama maraknya informasi hoaks atau kabar bohong.

"Karena jika tidak, kita malah berada di ruang yang salah di bidang informasi," jelas dia.

Ghozal berharap, para warga desa dapat memanfaatkan penggunaan alat komunikasi digital dengan bijaksana.  

"Sehingga penggunaan gadget tidak sebatas untuk penggunaan sosial media, tapi dapat bermanfaat bagi kemajuan desa di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi," harap dia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES