Advertisement
Indonesia Positif

Masuk Musim Paceklik Ikan, Pemkab Banyuwangi Berdayakan Istri Nelayan

Atasi merugi karena musim paceklik, para istri nelayan di Bumi Blambangan didampingi kembangkan usaha produk olahan perikanan. Pendampingan ini diberikan ke kelompok istr ...

TIMES Indonesia,
Masuk Musim Paceklik Ikan, Pemkab Banyuwangi Berdayakan Istri Nelayan
Deretan perahu nelayan Banyuwangi yang tengah bersandar. (Foto: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANYUWANGI Atasi merugi karena musim paceklik, para istri nelayan di Bumi Blambangan didampingi kembangkan usaha produk olahan perikanan. Pendampingan ini diberikan ke kelompok istri nelayan sejumlah kecamatan di kabupaten paling ujung timur Pulau Jawa.

Kepala Dinas Perikanan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Alief Rachman Kartiono menyampaikan, kegiatan pendampingan saat ini tengah berjalan pada kelompok istri nelayan di empat kecamatan, yakni di Blimbingsari, Muncar, Tegaldlimo, dan Pesanggaran.

Advertisement

Masing-masing kelompok istri nelayan mengolah produk usaha yang berbeda-beda. Namun, keseluruhannya tak lepas dari hasil olahan hasil laut.

Di Blimbingsari misalnya, para istri nelayan membuat produk olahan ikan bakar. Sementara di Muncar, mereka membuat berbagai jenis kerupuk ikan.

"Sementara itu di Tegaldlimo, mereka membuat olahan dari siput laut. Kalau di Pesanggaran beda lagi. Ibu-ibu di sana membuat abon ikan," kata Alief.

Saat ini, Dinas Perikanan setempat masih berupaya untuk menjangkau lebih luas program pemberdayaan itu. Daerah-daerah pesisir lainnya juga akan segera dijangkau.

'Ada lima kecamatan lain yang masih perlu untuk disentuh. Seperti di Banyuwangi, Kalipuro, Wongsorejo, Kabat, dan Purwoharjo. Kami masih susun dan rancang untuk pelaksanaannya," imbuh dia.

Advertisement

Ia menyebut, kondisi ekonomi keluarga nelayan amat ditentukan oleh hasil tangkap. Saat ikan melimpah, pundi-pundi yang bisa dibawa pulang juga cukup banyak.

Sementara saat musim paceklik tiba, pemasukan sebagian nelayan nyaris tak ada. Untuk itu, program pemberdayaan ini dirasa sangat tepat diberikan para istri nelayan untuk membuat produk olahan perikanan yang berkualitas dan kemudian memasarkannya.

Dengan demikian, mereka masih bisa memiliki penghasilan sekalipun saat musim paceklik tiba.

"Konsep pemberdayaan istri nelayan memang bertujuan agar mereka masih bisa berpenghasilan meskipun kondisi paceklik ikan," pungkas Alief.(adv)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syamsul Arifin
PenulisSyamsul ArifinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2016. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia