Advertisement
Indonesia Positif

Partai NasDem Banyuwangi Minta Bupati Ipuk Pantau Postingan Viral Medsos

DPD Partai NasDem Banyuwangi, Jawa Timur, meminta Bupati Ipuk Fiestiandani, untuk turut memantau postingan viral media sosial (medsos). Upaya tersebut ...

TIMES Indonesia,
Partai NasDem Banyuwangi Minta Bupati Ipuk Pantau Postingan Viral Medsos
Sekretaris DPD Partai NasDem Banyuwangi, Zamroni SH. (Foto: Dokumentasi TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANYUWANGI DPD Partai NasDem Banyuwangi, Jawa Timur, meminta Bupati Ipuk Fiestiandani, untuk turut memantau postingan viral media sosial (medsos). Upaya tersebut dinilai penting dilakukan guna menjaga citra positif sekaligus meminimalisir terjadinya kegaduhan hingga gangguan kondusifitas daerah.

“Kami berharap Ibu Bupati Ipuk, turut memantau bersliwerannya unggahan medsos, termasuk yang sedang viral,” ucap Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Banyuwangi, Ir H Spriyadi Karima Syaiful, melalui Sekretaris, Zamroni SH, Rabu (19/7/2023).

Advertisement

Pantauan partai besutan Surya Paloh, perkembangan medsos di Bumi Blambangan, sangat pesat. Akun-akun baru bermunculan. Mulai dari akun medsos Facebook, Tiktok, Instagram, Blog, Website serta lainnya. Dan tentunya, kondisi tersebut berimbas pada makin banyaknya unggahan didunia maya.

Ketika hal itu tidak dibarengi iktikad baik dan kompetensi, masih Zamroni, tidak menutup kemungkinan membuat arus informasi berkembang liar. Imbasnya, informasi hoaks hingga ujaran kebencian leluasa membanjiri dinding medsos. Terlebih, kecanggihan teknologi Gawai atau telepon pintar, makin memudahkan siapa saja lintas usia menjadi pengguna medsos.

“Pemantauan medsos bisa dilakukan oleh Dinas Kominfo bersama dinas lainnya serta melibatkan seluruh elemen masyarakat,” cetusnya.

“Jika demi menjaga citra daerah, bisa dengan melibatkan Forpimda, termasuk TNI, Polri, Kejaksaan dan lainnya,” imbuh Zamroni.

Tujuannya, ketika informasi medsos itu benar, bisa langsung ditindaklanjuti. Salah satu contoh, seperti yang dilakukan Polresta Banyuwangi, ketika ada unggahan dari Edi Suprapto alias Gus Edi melalui akun media sosial Tiktok pribadinya @gusedi111, sekitar 14 Juli 2023 lalu. Dalam postingan, aktivis nyentrik asal Dusun Pekulo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, tersebut mengaku mendapat perlakuan kurang menyenangkan dan meminta perlindungan dari pihak kepolisian.

Advertisement

Begitu mengetahui postingan, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Deddy Foury Millewa, langsung melakukan tindak lanjut dengan menurunkan anggota.

“Contoh lain, akun medsos di Kecamatan Blimbingsari, mengunggah video pemuda Badean yang menyebut bahwa banyak masyarakat yang keracunan sampah. Harusnya itu cepat ditindaklanjuti juga,” pintanya.

Namun ketika terdapat akun medsos yang menyebar kabar hoaks atau ujaran kebencian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, bisa memberikan pembinaan. Atau jika perlu diproses secara hukum yang berlaku.

“Menurut kami, hal ini penting dilakukan untuk menjaga kondusifitas daerah. Menjaga ketentraman masyarakat serta menjaga iklim investasi di Banyuwangi,” tandas Zamroni.

Sebagai langkah awal sekaligus wujud kecintaan terhadap daerah, DPD Partai NasDem Banyuwangi, dalam waktu dekat akan membuka Posko Pengaduan Kabar Medsos, di jalan Prabuloro No 412 Lingkungan Gaplek, Kelurahan Bakungan.

“Kami sudah membentuk tim, beranggotakan 6 orang, yang nantinya mengawal proses hukum dan pendampingan bagi masyarakat yang mengadu,” jelasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syamsul Arifin
PenulisSyamsul ArifinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2016. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia