Advertisement
Indonesia Positif

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Optimalkan Pasokan Tebu Lokal

Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa waktu lalu sempat membuat pasokan tebu bagi sejumlah pabrik gula di wilayah sekitar Kediri berkurang. ...

TIMES Indonesia,
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Optimalkan Pasokan Tebu Lokal
ilustrasi salah satu kebun tebu di wilayah Kabupaten Kediri (FOTO: Yobby/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

KEDIRI Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa waktu lalu sempat membuat pasokan tebu bagi sejumlah pabrik gula di wilayah sekitar Kediri berkurang.

Mengatasi hal tersebut Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, Kabupaten Kediri, memilih untuk mengoptimalkan pasokan tebu lokal yang ada wilayah kerja mereka tanpa mengambil pasokan tebu dari luar daerah.

Advertisement

"Alhamdulillah pasokan lokal bagus, tidak sampai luar daerah. Cukup di daerah kita saja," tutur Asisten Manajer SDM Umum dan Pengadaan PG Ngadirejo Zainul Arif, Rabu (19/07/2023).

Zainul Arif menuturkan kebun tebu yang berada dalam cakupan wilayah kerja PG Ngadirejo kebanyaka berada di wilayah Selatan seperti di Kecamatan Ngadiluwih, Kandat dan Kras. Selain itu juga ada kebun tebu yang berada di wilayah timur seperti di Garum, Wates serta Ngancar.

Jikapun harus terpaksa mengambil dari luar Kediri, PG Ngadirejo mengambil dari kebun tebu yang masih wilayah kerja mereka seperti di Blitar. "Prospek petani lokal luar biasa. Pasokan kita tetap terjaga, petani kita juga sangat kompak," tambahnya lagi.

Ia mengungkapkan sejak lebaran hingga saat ini cuaca ekstrem tidak bisa dihindari. Terutama pada bulan Juni hingga awal Juli lalu. Namun dengan pasokan yang tetap terjaga, kualitas dan produksi gula tidak terganggu.

Apalagi sejak bulan Mei lalu PG Ngadirejo sudah memasuki musim giling. "Jadi produksi sampai hari ini mencapai sekitar 25.472 ton, sementara pasokan tebu yang sudah tergolong mencapai 3,5 juta kuintal tebu," tambahnya lagi.

Advertisement

Dengan pasokan tebu yang terjaga dan waktu giling yang tersisa masih panjang, sampai 8 Oktober nanti, ia optimis produksi gula akan lebih baik. "Pasokan tebu lancar kondisi pabrik juga fit. Potensi bagus, rendemen rata rata 7,6 persen," pungkasnya.

PG Ngadirejo sebelumnya berada dibawah naungan PT Perkebunan Nusantara X. Mulai tahun 2023 dengan core bussines BUMN di Indonesia dijadikan satu menjadi 36 pabrik gula, PG Ngadirejo kini dibawah PT Sinergi Gula Nusantara.

PG Ngadirejo sendiri masuk dalam wilayah regional Jatim 1. Dalam wilayah itu ada PG Ngadirejo , PG Mojopanggung (Tulungagung) , PG pesantren baru (Kota Kediri), Mrican (Kota Kediri) dan PG Tjoekir (Jombang). (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yobby Lonard Antama Putra
PenulisYobby Lonard Antama PutraPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2022. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia