Advertisement
Indonesia Positif

Dishub Kota Malang Siapkan Rp6,4 Miliar Bangun Parkir Vertikal di Kawasan Stadion Gajayana

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bakal membangun parkir vertikal di kawasan Stadion Gajayana Kota Malang. Pembangunan tersebut segera dilaksanakan beberapa bulan ke ...

TIMES Indonesia,
Dishub Kota Malang Siapkan Rp6,4 Miliar Bangun Parkir Vertikal di Kawasan Stadion Gajayana
Lahan kawasan Stadion Gajayana Malang yang bakal dibangun parkir vertikal. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bakal membangun parkir vertikal di kawasan Stadion Gajayana Kota Malang. Pembangunan tersebut segera dilaksanakan beberapa bulan kedepan di tahun 2023 ini.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, parkir vertikal tersebut kini sudah masuk proses penyempurnaan Detail Engineering Design (DED).

Advertisement

Rencananya, parkir vertikal tersebut bakal dibangun tiga tingkat pada luas bangunan sekitar 670 meter dengan kapasitas 1.400 sepeda motor.

Guna merealisasikannya, Dishub Kota Malang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp6,4 miliar.

"Rencananya nanti akan ada tiga lantai. Untuk kapasitasnya mampu menampung 1.400 motor," ujar pria yang akrab disapa Jaya, Kamis (20/7/2023).

Pembangunan parkir vertikal tersebut, bakal dimulai pada pertengahan bulan September 2023 mendatang. Targetnya, dalam waktu tiga bulan parkir vertikal tersebut sudah terbangun dan siap difungsikan.

Sementara, alasannya membangun parkir vertikal di kawasan Stadion Gajayana Malang, karena sejauh ini kawasan tersebut dinilai selalu Overload atau melebihi kapasitas.

Advertisement

Akibatnya, parkir kendaraan pun meluber ke badan-badan jalan yang menyebabkan jalan pun menyempit dan macet.

"Disana itu pusat segala kegiatan. Mulai perbelanjaan, olahraga, terus ada kegiatan CFD (Car Free Day), Pasar Minggu dan Bus Macito (Malang City Tour) juga kita start dari sana. Maka dari itu, kita bangun parkir vertikal untuk menampung seluruh kendaraan," jelasnya.

Sementara, untuk rencana parkir vertikal di kawasan tanah kosong eks DLH dekat pasar Splendid, Jaya masih menggodok rencana itu.

Bisa jadi, parkir vertikal di kawasan eks DLH bakal terbangun pada tahun 2024 mendatang.

"Eks DLH kita kaji ulang, targetnya 2024. Mungkin bisa tiga sampai empat lantai," ucapnya.

Sebenarnya, kata Jaya, selain sebagai solusi oemecah kemacetan dan overload, parkir vertikal yang dilengkapi dengan sistem E-Parking tersebut juga diproyeksi mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor retribusi parkir di Kota Malang.

Jika dilihat catatan Dishub Kota Malang, pada semester pertama hingga Juni 2023 saja, pendapatan PAD sektor retribusi sudah mencapai Rp5,5 miliar.

"Jika ada parkir vertikal, rata-rata parkir per hari seribu lebih kendaraan. Tahun ini target kita Rp12 miliar. Mungkin tahun depan meningkat dan pasti terealisasi," tandasnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia