Advertisement
Indonesia Positif

Kunjungan ke Pasar Gedangan, BHS Apresiasi Para Pedagang Teladan

Guna memberikan dukungan dan apresiasi, Founder BHS peduli, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS) melakukan kunjungan ke pasar tradisional di Sidoarjo, tepatnya di Pasar Gedangan.

TIMES Indonesia,
Kunjungan ke Pasar Gedangan, BHS Apresiasi Para Pedagang Teladan
Founder BHS peduli, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono melakukan kunjungan ke Pasar Gedangan, Sidoarjo (Foto: BHS Peduli)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SIDOARJO Guna memberikan dukungan dan apresiasi, Founder BHS peduli, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS) melakukan kunjungan ke pasar tradisional di Sidoarjo, tepatnya di Pasar Gedangan.

Selain itu, ia juga memberikan piagam penghargaan kepada tiga pedagang yang berhasil mengukir prestasi dalam kualifikasi pedagang teladan.

Advertisement

Kunjungan BHS di Pasar Gedangan tidak hanya menjadi sarana memberi apresiasi kepada para pedagang yang berprestasi, namun juga untuk memperhatikan langsung kondisi infrastruktur, sumber daya manusia (SDM) dan kebersihan pasar tersebut.

Bambang Haryo mengungkapkan, fokus utamanya adalah memastikan kondisi perdagangan di Pasar Gedangan.

"Saya ingin mendalami secara langsung kondisi dari pedagang sampai dengan infrastruktur dan kebersihan pasar. Ada penurunan daya beli dari beberapa pengaduan pedagang," ungkap Bambang Haryo.

bhs-ke-ayam.jpg

Pasar, kata dia, adalah pusat ekonomi kerakyatan. Sebab, di Pasar Gedangan ada lebih dari 350 pedagang yang mengandalkan kehidupan mereka berkat kepadatan pembeli. Menurut Bambang, sangat penting untuk menjaga agar para pedagang ini dapat tetap eksis dan bertahan hidup. Karena, dengan adanya ekonomi kerakyatan, maka pertumbuhan ekonomi daerah akan ikut berkembang.

Advertisement

Kelayakan pasar dalam hal infrastruktur dan kebersihan juga mempengaruhi keramaian pasar. Faktor lain yang tak kalah penting adalah sikap pedagang yang ramah serta harga jual yang stabil.

Mantan anggota DPR RI ini juga menyoroti Luasnya pasar Gedangan sebagai satu di antara banyak pasar di Sidoarjo yang memiliki tingkat kebersihan cukup tinggi. Meski begitu, pemerintah tetap diminta untuk memperhatikan kelangsungan hidup para pedagang.

"Bantuan modal tambahan sangat dibutuhkan oleh para pedagang untuk mengembangkan usahanya. Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank-bank milik negara harus bisa menunjang roda ekonomi kerakyatan ini agar terus berputar," tegas Bambang Haryo.

bhs-pasar-ayam.jpg

Bambang juga berharap, pasar-pasar di Jawa Timur, khususnya di Sidoarjo, bisa menerapkan digitalisasi dalam sektor pembayaran melalui Qris, sebagaimana yang ia lakukan saat mengunjungi pasar tradisional di Solo, Jawa Tengah.

Dalam kunjungannya, Bambang tidak hanya memberikan apresiasi kepada pedagang, namun juga memberikan bantuan pompa air untuk sumur induk Pasar Gedangan yang sering menjadi keluhan pedagang karena sering tersumbat.

Penerima penghargaan juara dua, Muflikha, berharap pengelolaan pasar Gedangan dapat semakin maju dan peningkatan konsumen dapat semakin meningkat. Ia juga meminta pemerintah agar memperhatikan nasib pedagang dengan tidak menaikkan harga kebutuhan pokok.

"Terimakasih Bapak BHS, semoga pasar semakin maju dan pembeli semakin banyak. Sebagai pedagang, kami berharap pemerintah tidak akan menaikkan harga kebutuhan pokok tiba-tiba yang akan membuat kami bingung," tutur Muflikha. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rudi Mulya
PenulisRudi MulyaSarjana Ilmu Sosial (S.Sos) Universitas Dr. Soetomo, Surabaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Fotografer dan Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, Pemerintahan, Pendidikan, Seni, Budaya dan Isu Nasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia