Advertisement
Indonesia Positif

Unisma Lepas 1023 Kandidat Sarjana Mengabdi

Sebanyak 1023 Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Universitas Islam Malang (Unisma) secara resmi di lepas ke berbagai daerah di Malang Raya, pada Selasa ...

TIMES Indonesia,
Unisma Lepas 1023 Kandidat Sarjana Mengabdi
Pelepasan mahasiswa yang mengikuti program KSM Unisma oleh Rektor, Selasa (8/8/2033). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Sebanyak 1023 Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Universitas Islam Malang (Unisma) secara resmi di lepas ke berbagai daerah di Malang Raya, pada Selasa (8/8/2023). Pelepasan itu dilakukan langsung oleh Rektor Unisma, Prof. Dr. H Maskuri, M.Si. dan jajaran, dan juga Bupati Malang H M Sanusi yang diwakili oleh kepala dinas pendidikan kabupaten Malang, Dr. Drs. Suwadji, S.Ip.

Rektor Unisma, Prof. Maskuri, mengatakan, para mahasiswa yang mengikuti KSM ini harus mempunyai program yang terintegrasi satu dengan yang lain. "Evaluasi kami dari tahun lalu adalah membuat program terintegrasi. Jadi misalnya satu desa ada 3 kelompok, maka ada kelompok yang menghasilkan produk, ada teknologi informasi, dan membuat aplikasi jejaring dengan melihat market pasar serta manajemen pemasarannya," kata Prof Maskuri.

Advertisement

Kedepan, keinginannya adalah KSM Unisma dapat menjangkau seluruh Indonesia. "Itu kita tawarkan kepada mahasiswa dengan sistem pembiayaan masing-masing daerah berapa berapa. Kita kembalikan dimana dia berasal kemudian membentuk kelompok," lanjutnya.

KSM-Unisma-2.jpg

KSM yang akan datang lebih ekspansif bukan hanya malang Raya,  tetapi seluruh wilayah di Indonesia bahkan dunia. Jangkauan Unisma sudah tidak lagi di daerah, tapi ranahnya nasional.

"Kita ingin lebih luas mengenalkan Unisma di tengah masyarakat. Mahasiswa nanti memilih daerah mana, kemudian ditinjau, jadi dari jauh hari akan dibuka pendaftaran KSM,"

Dari KSM ini ditarget menghasilkan luaran atau outcome, berupa produk, jurnal, buku, rilis media, hingga paten kekayaan intelektual. KSM Unisma targetnya adalah produk, bermuara dari potensi masyarakat desa. Produk tersebut yang akan ditingkatkan oleh mahasiswa bersama dengan masyarakat desa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan.

Advertisement

"Jadi nanti dilihat dari potensi desa, misalnya berpotensi di produk makanan atau minuman olahan. Bisa saja nanti menjadi desa wisata," ungkap Rektor Unisma.

Menurut Prof Maskuri, mahasiswa telah mendapat bekal yang memadai, bukan saja dengan pembekalan sekilas menjelang KSM. Mahasiswa telah mendapat bekal dari pengalaman hidup di tengah masyarakat dan mengikuti perkuliahan

"Pengalaman ini akan menjadi bekal di tengah masyarakat, menggali masalah bersama. Tunjukkan sopan santun di tengah masyarakat, akhlakul karima sehingga Anda bisa sukses melaksanakan KSM," lanjutnya.

KSM ini fokus menurutnya berfokus untuk menggali potensi desa, bukan yang lain. Mahasiswa harus mampu menjadi menjadi fasilitator, lokomotif penggerak, dan motivator bersama dengan masyarakat.

"Kami sudah sampaikan kepada kepala desa bahwa anak kami bukan kuli, tapi mereka mahasiswa yang sedang melakukan terobosan baru yang ada di desa itu bersama masyarakat," ujarnya.

Nama program KSM membawa tanggung jawab sebagai calon sarjana, merupakan tanggung jawab berat di tengah tengah masyarakat. Diharapkan dari program ini mampu membuat inovasi dan legacy atau sesuatu yang ditinggalkan

"Anda menjadi duta ambassador, yang datang di nanti, dan pulang diratapi. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Saya harap Anda menjaga etika dan moral. Jangan menggurui masyarakat, tapi bersama sama dengan mereka. Jangan memakai istilah yang sifatnya menggurui. Gunakan komunikasi yang baik, karena itu salah satu kunci utama," tutur Rektor.

Rektor berpesan agar mahasiswa terus menjaga kekompakan, kebersamaan dan harmonisasi. "Kebangkan ide inovatif. Drive yang bagus, jangan sekedar pindah tidur dan makan. Kesuksesan saudara adalah karena kebersamaan, ketika jadi disharmoni terjadi maka program tidak akan berjalan," pungkas Prof Maskuri. (d)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia