Advertisement
Indonesia Positif

Wakil Wali Kota Gorontalo: Diperlukan Peran Pentahelix untuk Tangani Stunting

Wakil Wali Kota Gorontalo, Ryan Kono mengatakan, perlu ada peran pentahelix seperti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Dunia Usaha, Perusahaan Swasta, Perguruan Tin ...

TIMES Indonesia,
Wakil Wali Kota Gorontalo: Diperlukan Peran Pentahelix untuk Tangani Stunting
Wakil Wali Kota Gorontalo, Ryan Kono saat memberikan sambutan di Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kota Gorontalo. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo) 
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

GORONTALO Wakil Wali Kota Gorontalo, Ryan Kono mengatakan, perlu ada peran pentahelix seperti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Dunia Usaha, Perusahaan Swasta, Perguruan Tinggi, Media Massa dan semua masyarakat Gorontalo untuk menangani masalah stunting. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Gorontalo saat memberikan sambutan di Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kota Gorontalo yang bertempat di Anjungan DC2 Cafe Rooftop Jalan Nani Wartabone, Kota Gorontalo, Selasa (15/8/2023). 

Advertisement

"Diperlukan komitmen bersama dengan melibatkan peran pentahelix seperti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Dunia Usaha, Perusahaan Swasta, Perguruan Tinggi, Media Massa dan semua masyarakat Gorontalo untuk menangani masalah stunting," kata Wakil Wali Kota Gorontalo Ryan Kono

Selain itu, Ryan menjelaskan, penurunan stunting perlu dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan. Pasalnya, stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal dan berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa. 

"Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terkena penyakit. Anak stunting berisiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya," jelas Wakil Wali Kota Gorontalo.

Tahun 2022, katanya, Pemerintah Kota Gorontalo telah melaksanakan berbagai aksi penanganan stunting. Alhasil, terjadi penurunan prevalensi stunting dari 26,5 persen, menjadi 19 persen. Meski begitu, katanya, Pemerintah Kota Gorontalo tidak boleh berbangga diri karena harus menurunkan hingga 14 persen pada tahun 2024.

"Tentunya, kita berharap penurunan stunting di akhir tahun 2024 bisa lebih baik, bahkan bisa sampai di bawah nasional yang 14 persen dengan langkah kongkrit yang nyata," tutup Wakil Wali Kota Gorontalo, Ryan Kono.

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSarjan Lahay Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia