Advertisement
Indonesia Positif

Yudisium Mahasiswa Calon Sarjana, Ketua STKIP PGRI Pacitan: Mereka Generasi Berkualitas

STKIP PGRI Pacitan terus konsisten mencetak para pendidik yang berkualitas. ... ...

TIMES Indonesia,
Yudisium Mahasiswa Calon Sarjana, Ketua STKIP PGRI Pacitan: Mereka Generasi Berkualitas
Suasana Yudisium mahasiswa STKIP PGRI Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

PACITAN STKIP PGRI Pacitan terus konsisten mencetak para pendidik yang berkualitas. Sebanyak 177 mahasiswa kali ini mengikuti Yudisium. 

Para peserta Yudisium merupakan mahasiswa yang dinyatakan telah memenuhi semua persyaratan akademik untuk mendapatkan gelar sarjana strata satu (S1). 

Advertisement

Ketua STKIP PGRI Pacitan, Dr Mukodi, tidak hanya memberikan pujian dan doa untuk para lulusan, namun juga membagikan pesan penting tentang tantangan dan tanggung jawab yang dihadapi oleh para pendidik di era digital masa kini.

STKIP-PGRI-Pacitan-6.jpg
Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan nampak haru campur bangga usai mengikuti Yudisium. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia) 

Dalam pidatonya yang menggugah dan menyentuh, Dr Mukodi berbicara tentang pentingnya gelar Sarjana Pendidikan dan tanggung jawab yang menyertainya. 

Dia mengingatkan para yudisiawan dan yudisiawati bahwa gelar mereka bukan hanya sekadar atribut, melainkan tuntutan untuk keterampilan dan keahlian sesuai dengan jurusan pendidikan yang mereka tempuh.

Mereka harus belajar bagaimana menggunakan teknologi untuk meningkatkan proses belajar mengajar, dan bekerja sama dengan berbagai pihak demi mencapai tujuan pendidikan yang sejati. 

Advertisement

"Tidak hanya di sini. Dunia yang semakin digital dan serba cepat, kalian para calon guru muda harus menghadapi tantangan baru, yakni adaptasi dan kolaborasi," katanya, Rabu (23/8/2023). 

Bagi Dr. Mukodi, pentingnya pendidikan tidak hanya terbatas pada pengetahuan akademik. Namun juga tentang membentuk karakter dan nilai-nilai yang benar. Melalui pidatonya, dia membangkitkan nilai-nilai luhur dan akhlak mulia, sebagai tonggak penting dalam pembentukan pendidik yang baik.

"Gelar dan jabatan bukanlah tujuan akhir. Ini semua adalah jembatan menuju pemahaman diri, sukses dan kebermaknaan hidup," terangnya menegaskan. 

Lebih lanjut, ia meminta kepada seluruh alumni untuk berperan aktif dalam pengembangan kualitas pendidikan di STKIP PGRI Pacitan. 

"Kami berharap agar para lulusan tetap berkontribusi dan membantu dalam peningkatan kualitas akademik almamater kita," ujar Mukodi.

Suasana Yudisium di Aula STKIP PGRI Pacitan penuh rasa bahagia sekaligus bangga. Seiring dengan kelulusan tersebut, momen penting ini juga tonggak awal menjadi seorang pendidik. 

"Bukan hanya sebagai pemegang gelar tetapi juga sebagai penerus pendidikan generasi mendatang dengan semangat untuk terus belajar dan beradaptasi dalam dunia yang terus berkembang," pungkas Ketua STKIP PGRI Pacitan, Dr Mukodi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia