Advertisement
Indonesia Positif

Dukungan Reog Ponorogo ke UNESCO Terus Mengalir, Bupati Sugiri: Reog Ponorogo Menjadi Warisan Budaya Dunia Akan Menjadi Nyata

Kesenian Reog Ponorogo mendapat dukungan luar biasa  untuk terdaftar sebagai warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage/ICH) ke United Nations Educational ...

TIMES Indonesia,
Dukungan Reog Ponorogo ke UNESCO Terus Mengalir, Bupati Sugiri: Reog Ponorogo Menjadi Warisan Budaya Dunia Akan Menjadi Nyata
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan kesenian Reog Ponorogo yang diusulkan pemerintah menjadi warisan budaya UNESCO. (Foto: Marhaban/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

PONOROGO Kesenian Reog Ponorogo mendapat dukungan luar biasa  untuk terdaftar sebagai warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage/ICH) ke United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

Hal tersebut disampaikan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, bahwa ada tiga Kementerian yang mendukung penuh agar Reog Ponorogo diakui UNESCO.

Advertisement

Bupati Sugiri Sancoko pun mengaku bersyukur karena pengajuan Reog Ponorogo ke UNESCO mendapat dukungan dari tiga kementerian dan sejumlah lembaga negara. "Sebuah progres yang menggembirakan setelah kesenian Reog Ponorogo itu masuk list sidang UNESCO dengan kategori daftar perlindungan mendesak. Reog Ponorogo terdaftar sebagai warisan budaya tak benda akan menjadi kenyataan, tidak hanya mimpi," kata Bupati Sugiri Sancoko Junat (24/8/2023) malam.

Ia pun menjelaskan, dukungan nyata negara agar Reog Ponorogo diakui UNESCO akan tergelar Minggu (27/8/2023) besok di Gelar Karya Revolusi Mental dalam Pemakaian Kebudayaan di Jakarta.

Gelaran yang diinisiasi Kementeriaan Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) itu juga diikuti 1.000 peserta pawai seni budaya dari Sabang sampai Merauke.

"Termasuk juga Reog Ponorogo yang akan tampil di acara tersebut," terang Bupati Sugiri Sancoko.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan  Pariwisata Pemuda dan Olahraga Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edie mengungkapkan, pihaknya akan mengirim 20 pembarong ke Jakarta, karena Reog Ponorogo ikut berparade dengan jalan kaki sejau 1,5 kilometer.

Advertisement

Sugiri-Sancoko-2.jpg

Menurut Judha Slamet Sarwo Edi, pawai seni budaya tersebut sangat spesial karena diselenggarakan Kemenko PMK bersama Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Dukungan kepada Reog Ponorogo untuk diakui UNESCO bukan dari pemerintah saja, melainkan juga datang dari seniman Reog Ponorogo yang ada di seluruh Nusantara," kata Judha Slamet Sarwo Edi.

Sekedar diketahui, Pemerintah Republik Indonesia telah mengusulkan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO. Usul tersebut akan disidangkan UNESCO tahun depan. 

Saat ini Reog Ponorogo sedang dalam proses waiting list di UNESCO nomor 39. Dan Pemerintah Republik Indonesia pun sudah memberikan legitimasi bahwa Reog Ponorogo memang layak ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda UNESCO. (adv)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M. Marhaban
PenulisM. MarhabanSekolah Tinggi Publisistik (STP) Jakarta, KLW PWI Jawa Timur 1999. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019, meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Olahraga, Budaya, dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia