Advertisement
Indonesia Positif

BBPP Ketindan Latih KWT di Blitar Siapkan Kecukupan Pangan Melalui P2L

Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan dalam menigkatkan ...

TIMES Indonesia,
BBPP Ketindan Latih KWT di Blitar Siapkan Kecukupan Pangan Melalui P2L
BBPP Ketindan melatih KWT di Blitar pada 7-9 Agustus 2023. (Foto: BBPP Ketindan for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BLITAR Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP Ketindan) dalam menigkatkan keterampilan Kelompok Wanita Tani (KWT). Kerjasama tersebut diterjemahkan dalam bentuk Pelatihan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) selama empat hari pada 7-9 Agustus 2023 lalu, yang diikuti oleh 30 kelompok wanita tani Anggrek. 

Pemerintah Kabupaten Blitar kembali berkomitmen menjalankan dan melaksanakan prinsip Ketahanan Pangan (food security) yang telah menjadi isu global selama dua dekade ini termasuk di Indonesia. Sesuai dengan Undang-undang No 7 tahun 1996 tentang Pangan disebutkan bahwa “ketahanan pangan adalah kondisi  terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga yang tercermin dari  tersedianya pangan   yang  cukup  baik  jumlah  maupun  mutunya,  aman, merata dan terjangkau”.

Advertisement

Dengan prinsip tersebut, terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga merupakan tujuan sekaligus sebagai sasaran dari ketahanan pangan di Indonesia. Oleh karenanya   pemantapan ketahanan pangan dapat dilakukan melalui pemantapan ketahanan pangan ditingkat rumah tangga lebih dulu.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), menekankan pentingnya  untuk mewujudkan ketahanan pangan ditingkat rumah tangga. “Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan salah satu strategi dalam menjaga ketahanan pangan,” tegas SYL. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan, berbagai upaya dilakukan untuk ketersediaan pangan. 

“Untuk menyediakan pangan dan kebutuhan masyarakat, Kementan terus menggerakkan pemanfaatan pekarangan masyarakat. Peran penyuluh penting agar mengedukasi masyarakat untuk mulai mengisi waktu luang dengan bercocok tanam mengembangkan pertanian urban farming," jelas Dedi Nuryamsi.

Beberapa faktor kunci yang perlu dicermati sebagai simpul kritis untuk keberhasilan dan keberlanjutan secara lestari dari pengembangan pemanfaatan pekarangan ini adalah, pertama, para pemandu lapangan setempat dan ketua kelompok sejak awal harus dilibatkan secara aktif mulai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Diharapkan keterlibatan ini akan memudahkan proses keberlanjutan dan kemandiriannya. Kedua, ketersediaan benih/bibit,  penanganan pascapanen dan pengolahan, serta pasar bagi produk yang dihasilkan. 

Advertisement

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat melakukan usaha P2L dan menyusun strategi pemasaran produk P2L dengan baik serta mengaplikasikan dengan baik. Sehingga dapat membantu rumah tangga tangganya untuk memajukan usahataninya, dan meningkatkan kesejahteraannya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia