Laila Yasmin: Jurnalis Muda Banyuwangi yang Menjadi Inspirasi
Laila Yasmin, gadis muda kelahiran Banyuwangi, 12 Agustus 2000, baru saja menyelesaikan studinya di STIKOM PGRI Banyuwangi. Ia berhasil meraih gelar S.Kom. di jurusan Tek ...

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
BANYUWANGI – Laila Yasmin, gadis muda kelahiran Banyuwangi, 12 Agustus 2000, baru saja menyelesaikan studinya di STIKOM PGRI Banyuwangi. Ia berhasil meraih gelar S.Kom. di jurusan Teknik Informatika.
Yasmin adalah sosok yang inspiratif. Ia berhasil meraih kesuksesan di usia muda, meski harus menghadapi berbagai keterbatasan.
Yasmin harus tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah. Ayahnya, almarhum Ahmad Taufik, meninggal dunia saat Yasmin masih berusia belia.
Meski demikian, Yasmin tidak menyerah. Ia bertekad untuk membuat kedua orang tuanya bangga.
Yasmin juga harus berjuang untuk mandiri. Ia tinggal bersama kakaknya, Beny Sofyan, di Lingkungan Alas Kobong, Dusun Krajan Wetan, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu. Ibundanya, Nanik Puji Astuti, harus merantau jauh demi mewujudkan harapan dan membahagiakan kedua buah hati.

Yasmin adalah sosok yang cerdas dan berdedikasi. Ia aktif di berbagai kegiatan kampus, termasuk TIMES Indonesia Biro Banyuwangi.
Yasmin juga dikenal sebagai sosok yang cantik dan ramah. Ia memiliki banyak penggemar.
Yasmin memiliki mimpi untuk menjadi seorang jurnalis. Ia ingin menggunakan kemampuannya untuk menceritakan kisah-kisah orang lain dan membuat perubahan di dunia.
Setelah lulus kuliah, Yasmin langsung bekerja sebagai jurnalis di TIMES Indonesia Biro Banyuwangi. Ia aktif menulis berbagai berita dan artikel, mulai dari berita lokal hingga berita nasional.

Yasmin juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia sering menulis artikel tentang isu-isu sosial, seperti kemiskinan, pendidikan, dan lingkungan hidup.
Kesuksesan Yasmin tentu menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk meraih cita-cita.
Yasmin telah menjadi panutan bagi banyak orang, terutama bagi para anak muda. Ia mengajarkan bahwa kita harus selalu berusaha keras untuk meraih mimpi, meski harus menghadapi berbagai tantangan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


