Advertisement
Indonesia Positif

Posbindu PTM, Mahasiswa KKN Unisla Desa Kuro Bersama Bidan Desa Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

Bekerjasama dengan Bidan Desa, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Lamongan (Unisla) kelompok 6 Desa Kuro melakukam skrinning Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) di Desa Kuro, Kecamatan Karangbinangun, Kabupat

TIMES Indonesia,
Posbindu PTM, Mahasiswa KKN Unisla Desa Kuro Bersama Bidan Desa Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat
Masyarakat Desa Kuro ketika mengikuti serangkaian kegiatan Posbindu PTM yang dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN Unisla bekerjasama dengan bidan Desa di balai desa Kuro. Kamis, (24/8/2023). Foto: Ja’far Shodiq (CR-161/AJP TIMESINDONESIA)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

LAMONGAN Bekerjasama dengan Bidan Desa, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Lamongan (Unisla) kelompok 6 Desa Kuro melakukam skrinning Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) di Desa Kuro, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan. Kamis, (24/8/2023).

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Desa Kuro, Asyaul Wasiah, menuturkan, Posbindu PTM merupakan monitoring dan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular terintegrasi serta gangguan akibat kecelakaan dan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dikelola oleh masyarakat melalui pembinaan terpadu.

Advertisement

senam.jpg

"Faktor risiko penyakit tidak menular meliputi merokok, konsumsi minuman beralkohol, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, obesitas, stres, hipertensi, hiperglikemi, hiperkolesterol serta menindak lanjuti secara dini faktor risiko yang ditemukan melalui konseling kesehatan dan segera merujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan dasar," ucapnya ketika di temui di Balai Desa Kuro.

Asyaul menambahkan, sasaran utama kegiatan ini adalah kelompok masyarakat sehat, berisiko dan penyandang PTM berusia 15 tahun ke atas dengan jumlah 40 orang yang melakukan serangkaian tes.

"Posbindu PTM merupakan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor resiko PTM Utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik," katanya.

daftar.jpg

Tujuan Posbindu PTM, sambung Asyaul, adalah untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM.

"Melalui Posbindu PTM, dapat sesegera mungkin dilakukan pencegahan faktor risiko PTM sehingga kejadian PTM di masyarakat dapat ditekan," tuturnya.

Indikator kesehatan yang dicek, lanjut Asyaul, antara lain berat badan, tensi darah, lingkar perut, kolesterol dan gula darah.

"Manfaat adanya Posbindu sangat bermacam-macam karena efek yang akan didapat masyarakat akan dirasa dalam jangka panjang. Masyarakat akan membudayakan gaya hidup yang sehat. Dengan mengetahui segala risiko yang ada, masyarakat akan lebih berwaspada untuk menjaga kesehatannya," ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

J
PenulisJa’far Shodiq (CR-161) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia