Melalui Ecobrick, Mahasiswa KKN Unisla Desa Pelangwot Ciptakan Proyek Ramah Lingkungan
Salah satu masalah besar yang dihadapi dunia adalah pengelolaan sampah plastik. Sampah plastik seringkali mencemari dan membahayakan setiap elemen karena tidak dapat terurai.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
LAMONGAN – Salah satu masalah besar yang dihadapi dunia adalah pengelolaan sampah plastik. Sampah plastik seringkali mencemari dan membahayakan setiap elemen karena tidak dapat terurai.
Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Lamongan (Unisla) Desa Pelangwot, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan berinisiatif mengelola limbah plastik menjadi ecobrick.
Ecobrick merupakan salah satu teknik pemanfaatan limbah plastik dengan cara memadatkan plastik atau kertas yang dimasukkan dalam sampah botol plastik. Kemudian botol plastik yang sudah berisi padatan plastik dan kertas itu dapat digunakan menjadi berbagai benda bermanfaat seperti: meja, dinding taman dan lainnya.
Mahasiswa KKN mengusung tema ramah linkungan dengan membangun Ecobrick Landmark Desa Pelangwot.

Yohanes Dwi Tirta, Koordinator Desa KKN Desa Pelangwot menjelaskan, bahwa program ini memilki banyak Keuntungan.
"Diantaranya, ecobrick merupakan bentuk pengelolaan sampah plastik yang tepat dan benar," ucapnya di sela-sela kesibukannya melaksanakan program, Minggu, (3/9/2023)
Alih-alih dibakar atau dibuang, sambung Yohanes, justru akan meninggalkan sisa-sisa plastik yang justru bisa menambah pencemaran lingkungan. “Selain itu, secara biaya juga lebih ekonomis," tuturnya.
Pada kesempatan lain, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Wahyuni Ahadiyah, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Kelompok 15.
“Kegiatan ini memberikan dua tujuan sekaligus yaitu, untuk mengasah kreativitas dan solidaritas antara warga dengan peserta KKN serta mengedukasi warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan cara bijak dalam penggunaan sampah plastic," ujarnya.

Ia melanjutkan, kegiatan ini mendapatkan respon baik dari warga sekitar. "Hal ini bisa dilihat dari aksi berbagai lapisan masyarakat yang terlibat langsung, mulai dari Karang Taruna membantu memunguti sampah dan mencarikan titik lokasi untuk pendirian ecobrik. Sampai dengan perangkat desa yang turut membantu proses pembangunan landmark baik dalam bentuk tenaga dan material," kata Wahyuni.
Ali Furqon, penangung jawab kegiatan juga menuturlan, siswa-siswi di Desa Pelangwot juga berkontribusi menyumbangkan botol bekas dan terlihat lebih peduli lingkungan dengan membuang sampah sembarangan.
"Dari sinilah karakter disiplin dan cinta lingkungan berhasil dimunculkan Kembali pada warga masyarakat Pelangwot Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan," ucapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

