Advertisement
Indonesia Positif

KSM-T Unisma Malang Mengadakan Pemberdayaan Masyarakat Lewat Penghijauan Sayuran Organik

Mahasiswa KSM-T merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang diwajibkan dalam sebagian besar program pendidikan tinggi di Indonesia. Program ini bertujuan untuk menghubungkan mahasiswa

TIMES Indonesia,
KSM-T Unisma Malang Mengadakan Pemberdayaan Masyarakat Lewat Penghijauan Sayuran Organik
Mahasiswa KSM-T Unisma Malang bersama warga dusun melo’an melakukan penanaman sayur organik. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Mahasiswa KSM-T Unisma Malang merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang diwajibkan dalam sebagian besar program pendidikan tinggi di Indonesia. Program ini bertujuan untuk menghubungkan mahasiswa dengan masyarakat serta mengembangkan kemampuan mereka dalam berkontribusi positif pada lingkungan sekitar. Salah satu inovasi menarik yang telah dilakukan oleh mahasiswa KSM-T Unsima Malang adalah kegiatan penanaman sayur organik.

Pada hari sabtu, mahasiswa KSM-T 29 telah mengadakan kegiatan bertema "Sayur Organik di RT 6 dusun melo’an" Desa Sidorejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghijauan sayuran organik dan mengedukasi warga tentang cara bercocok tanam secara organik.

Advertisement

Membangun Kesadaran Ekologi

Penanaman sayur organik oleh mahasiswa KSM-T 29 tidak hanya berkontribusi pada penyediaan pangan yang lebih sehat dan aman, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesadaran ekologi di masyarakat. Dengan mempromosikan praktik pertanian organik, mahasiswa membantu masyarakat untuk memahami pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan dan mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dalam pertanian.

Memanfaatkan Lahan Tersedia

Salah satu aspek penting dari kegiatan penanaman sayur organik oleh mahasiswa KSM-T 29 adalah pemanfaatan lahan yang tersedia. Mahasiswa seringkali mencari lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal dan mengubahnya menjadi kebun sayur organik. Hal ini dapat dilakukan di lahan-lahan kosong, bahkan atap bangunan hal ini membuktikan bahwa penanaman sayur organik dapat dilakukan di berbagai tempat.

Mendorong Kemandirian Pangan

Kegiatan penanaman sayur organik oleh mahasiswa KSM-T 29 juga memberikan kontribusi besar dalam mendorong kemandirian pangan di masyarakat. Dengan memiliki kebun sayur organik di lingkungannya sendiri, masyarakat dapat menghasilkan sebagian dari makanan mereka sendiri, mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah, dan meningkatkan ketahanan pangan.

Mengajarkan Keterampilan Pertanian

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa KSM-T 29 untuk mengajarkan keterampilan pertanian kepada masyarakat setempat. Mereka dapat berbagi pengetahuan tentang teknik bercocok tanam organik, perawatan tanaman, dan manajemen kebun. Ini membantu masyarakat untuk menjadi lebih mandiri dalam mengelola sumber daya pertanian mereka.

Membangun Hubungan Antargenerasi

Kegiatan penanaman sayur organik juga menciptakan kesempatan untuk membangun hubungan antargenerasi yang kuat. Mahasiswa KSM-T 29 bekerja sama dengan warga yang lebih tua dalam masyarakat, memungkinkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang berharga. Ini membantu memelihara budaya lokal dan meningkatkan rasa kebersamaan di antara anggota masyarakat.

Advertisement

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Kegiatan ini berhasil dengan baik, dihadiri oleh ibu-ibu dasawisma dusun melo’an. Peserta telah aktif berpartisipasi dalam penanaman sayuran organik. Semua peserta mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya penanaman sayuran organik.

Melalui kegiatan penanaman sayur organik, mahasiswa KSM-T 29 telah berhasil menciptakan dampak positif yang luas di masyarakat. Mereka tidak hanya menyediakan pangan yang lebih sehat, tetapi juga membantu membangun kesadaran ekologi, mendorong kemandirian pangan, mengajarkan keterampilan pertanian, dan memperkuat hubungan sosial di lingkungan sekitar. Inisiatif ini adalah contoh nyata bagaimana mahasiswa dapat berperan sebagai agen perubahan yang positif dalam masyarakat mereka. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Pewarta: Mahasiswa KSM-T Kelompok 29 Universitas Islam Malang (UNISMA)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia