300 Personel Gabungan Terlibat TMMD Kodim 0818 di Desa Sumberpetung
Sebanyak 300 personel gabungan TNI, Polri dan instansi terkait terlibat dalam Tentara Manunggal Membangun Desa atau TMMD Kodim 0818 Kabupaten Malang-Batu. Program itu sec ...

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Sebanyak 300 personel gabungan TNI, Polri dan instansi terkait terlibat dalam Tentara Manunggal Membangun Desa atau TMMD Kodim 0818 Kabupaten Malang-Batu. Program itu secara resmi dilaksanakan, Rabu, (20/9/2023).
Bupati Malang Sanusi yang secara resmi membuka pelaksanaan TMMD Kodim 0818 Kabupaten Malang-Batu tersebut. Pembukaan ini juga dihadiri langsung Dandim 0818 Kabupaten Malang-Batu Letkol Inf Arief Nurbianto.
Pembukaan TMMD Kodim 0818 ini ditandai dengan penandatanganan dokumen pengerjaan oleh Bupati Malang Sanusi dan Dandim 0818 Kabupaten Malang-Batu Letkol Inf Arief Nurbianto.

Kemudian Bupati Malang Sanusi juga menyerahkan secara simbolis peralatan kepada perwakilan pekerja. Kemudian dilakukan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya pengerjaan TMMD Kodim 0818.
Setelah melaksanakan pembukaan, Bupati Malang Sanusi dan Dandim 0818 Kabupaten Malang-Batu Letkol Inf Arief Nurbianto melakukan peninjauan dengan menggunakan motor trail.
Dandim 0818 Kabupaten Malang-Batu, Letkol Inf Arief Nurbianto menjelaskan terkait pelaksanaan TMMD ke 118 yang dilaksanakan di Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang tersebut
"Pelaksanaan TMMD selama 32 hari yang dimulai dari 20 September hingga 19 Oktober," ujar Dandim 0818 Kabupaten Malang-Batu Letkol Inf Arief Nurbianto kepada TIMES Indonesia.
Lebih lanjut dia mengatakan, untuk personil yang terlibat TNI dari berbagai Matra, instansi lainnya dan juga keterlibatan masyarakat. "Dengan komposisi 150 anggota TNI, sedangkan sisanya adalah komponen masyarakat sekitar," jelasnya.
Sedangkan untuk sasaran pembangunan kata dia, terbagi dua katagori yakni fisik dan non fisik. Untuk pembangunan fisik seperti pengerjaan jalan rabat beton dan non fisik program mengatasi stunting di desa tersebut.
"Untuk fokus kegiatan fisik TMMD ini ada 11 kegiatan titik. Mulai dari drainase, pembangunan jalan rabat beton. Untuk non fisik ada 20 kegiatan. Mulai dari sosialisasi, pelatihan-pelatihan, dan mengatasi stunting," kata Perwira Menengah atau Pamen TNI dengan dua melati di pundaknya tersebut.
Dia berharap melalui kegiatan TMMD tersebut selain membantu pemerintah dalam melakukan pembangunan, juga sekaligus akan meningkatkan perekonomian masyarakat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

