Advertisement
Indonesia Positif

Gus Muwafiq Isi Kajian Halaqah Diniyah untuk Maba di Unisma

KH Ahmad Muwafiq, atau yang akrab disapa Gus Muwafiq datang ke Unisma untuk mengisi acara Halaqah Diniyah bagi para mahasiswa baru, di Gedung Bundar Unisma, Kamis (21/9/2 ...

TIMES Indonesia,
Gus Muwafiq Isi Kajian Halaqah Diniyah untuk Maba di Unisma
Acara Halaqoh Diniyah yang diadakan oleh Unisma, Kamis (21/9/2023). (FOTO: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia).
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG KH Ahmad Muwafiq, atau yang akrab disapa Gus Muwafiq datang ke Unisma untuk mengisi acara Halaqah Diniyah bagi para mahasiswa baru, di Gedung Bundar Unisma, Kamis (21/9/2023).

Dalam acara yang bertajuk Meneguhkan Islam Rahmatan Lil Alamin di Perguruan Tinggi Menuju Generasi Emas Indonesia itu, ribuan Maba terlihat mengenakan sarung, jas almamater, dan kopyah untuk mahasiswa, dan rok putih, jas almamater, dan jilbab untuk mahasiswi.

Advertisement

Dalam acara tersebut banyak pembahasan menarik yang disampaikan oleh Gus Muwafiq. Salah satunya yakni tentang bangsa Indonesia. Dia menerangkan, Indonesia mempunyai sejarah yang sangat panjang, dimana sejarah itu menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar sejak zaman dahulu.

Terlebih, banyak unsur di dalam bangsa Indonesia yang merupakan adaptasi dan implementasi dari kitab suci Al-Quran. Sehingga dia mengajak kepada para maba Unisma untuk bangga dengan bangsa Indonesia dan bangga dengan Unisma, sebagai perguruan tinggi NU terbesar di Indonesia.

Di tempat yang sama, Rektor Unisma, Prof Dr H Masykuri M.Si mengatakan, Halaqah Diniyah tahun ini sungguh istimewa. "Baru pertama kali ini halaqah Diniyah dihadiri oleh Gus muwafiq.

"Halaqoh Diniyah yang diselenggarakan Unisma menjadi starting poin dalam pengembangan kehidupan keagamaan," ucapnya.

Selain itu, kegiatan semacam ini digelar untuk membangun habit, menciptakan budaya cinta Al-Qur’an, sholawat, ilmu pengetahuan, dalam pengembangan spiritualitas. Bukan hanya bagi mahasiswa tapi juga dosen dan karywan.

Advertisement

“Maka ketika Wakil Presiden datang ke Unisma tahun 2020, tanggal 3 Maret tepatnya saya masih ingat, bahwa beliau mencanangkan Unisma sebagai kampus pelopor anti radikalisme intoleran,” pungkas Rektor.  (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia