Advertisement
Indonesia Positif

Sekolah Penggerak Angkatan 3 Madiun dan Ngawi Gelar Lokakarya Bersama Dosen UNIPMA

Balai Besar Guru penggerak (BBGP) Jatim bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi pada Minggu (27/8/2023) menggelar kegiatan Lokakarya

TIMES Indonesia,
Sekolah Penggerak Angkatan 3 Madiun dan Ngawi Gelar Lokakarya Bersama Dosen UNIPMA
Dr. W. Linda Yuhanna memandu penyampaian materi lokakarya. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MADIUN Balai Besar Guru penggerak (BBGP) Jatim bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi pada Minggu (27/8/2023) menggelar kegiatan Lokakarya 1 dengan tema pembelajaran berdiferensiasi. Kegiatan ini diikuti oleh Sekolah Penggerak Angkatan 3 di jenjang PAUD dan SD, area Kabupaten Ngawi dan Kota Madiun. Lokakarya 1 dilaksanakan di SDN Margomulyo 1 Ngawi.  Pelaksanaan lokakarya dipandu oleh tiga fasilitator, salah satunya Dr. Wachidatul Linda Yuhanna, M.Si dari UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun).

“Lokakarya pembelajaran berdiferensiasi ini dikemas secara interaktif dengan alur MERRDEKA, agar peserta lebih mendalami materi secara holistik,” ungkap Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si. selaku fasilitator.

Advertisement

eksplorasi-konsep.jpg

Selain diskusi, peserta juga difasilitasi untuk merancang pembelajaran berdiferensiasi dan simulasi praktik mengajar. Selain itu, Dr. Linda dari Unipma Madiun juga mendanpingi peserta untuk melakukan refleksi dan rencana tindak lanjut apa yang akan dilakukan setelah lokakarya.

“Rencana tindaklanjutnya, sekolah kami akan mulai dari penyusunan modul ajar pembelajaran berdiferensiasi, melaksanakannya di kelas, evaluasi dan refleksi pelaksanaannya,” ungkap Bapak Muljono, M.Pd, Kepala SDN Sukosari Kota Madiun.

eksplorasi-kontekstual.jpg

Sekolah diharapkan  dapat memenuhi indikator keberhasilan pembelajaran berdiferensiasi yaitu siswa merasa nyaman dalam belajar, adanya peningkatan keterampilan baik segi hard skill atau softskill, dan adanya kesuksesan belajar dari siswa. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSuciati (CR-219) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia