Advertisement
Indonesia Positif

Polbangtan Malang-YDBA Tingkatkan Produktivitas Buah Naga di Banyuwangi melalui Pelatihan

Kementerian Pertanian terus melakukan upaya agar hasil produksi pertanian tetap terjaga dan tidak mengalami berbagai kendala. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengat ...

TIMES Indonesia,
Polbangtan Malang-YDBA Tingkatkan Produktivitas Buah Naga di Banyuwangi melalui Pelatihan
Polbangtan Malang-YDBA meningkatkan produktivitas buah naga di Banyuwangi melalui pelatihan (Foto: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Kementerian Pertanian terus melakukan upaya agar hasil produksi pertanian tetap terjaga dan tidak mengalami berbagai kendala. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan produksi pertanian tidak boleh terganggu atau terhambat.

“Kita harus memastikan pertanian bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, produksi harus terjaga. Jangan sampai tanaman terganggu OPT yang bisa membuat produktivitas menurun,” katanya.

Advertisement

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, berharap petani bisa menyerap ilmu sebanyak mungkin untuk dapat menunjang produktivitas, karena faktor utama peningkatan produktivitas pertanian adalah SDM.

“Karena, faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas pertanian adalah SDM. SDM-lah yang mengatur pupuk dan menerapkan penggunaan teknologi,” katanya.

Tidak itu saja, Dedi menyebut “kalau ingin mengembangkan pertanian, kembangkan dahulu SDM-nya,” ujarnya.

Polbangtan-Malang-1.jpg

Dalam rangka meningkatkan produktivitas dan pengetahuan SDM pertanian, Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) yang bekerja sama dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) untuk memberikan pelatihan teknis dan pendampingan kepada petani buah naga di Banyuwangi. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengatasi masalah hama dan penyakit buah naga serta memperkuat peran SDM dalam pengembangan pertanian yang berkelanjutan.

Advertisement

Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam memastikan bahwa produksi pertanian tetap terjaga, tanpa terganggu oleh serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang dapat mengurangi produktivitas. Selain itu, pentingnya peran SDM dalam mengelola pupuk dan menerapkan teknologi pertanian yang tepat juga ditekankan dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian.

Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana mengatakan bahwa pelatihan ini berfokus dalam Pengendalian OPT.
“Semoga melalui pelatihan ini, para petani mendapatkan pengetahuan mendalam terkait identifikasi dan pengendalian hama dan penyakit buah naga yang sering dihadapi oleh para petani” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini Udrayana berharap petani jadi lebih cepat tanggap dalam pengendalian OPT sehingga tidak berdampak pada hasil dan kualitas panen. 

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 20 hingga 21 September 2023, dilaksanakan di dua Kelompok Tani, yaitu Kelompok Tani Pena Jati yang berada di Desa Grajakan, Kecamatan Purwoharjo, dan Kelompok Tani Tunas Sejahtera yang berlokasi di Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo.

Dalam pelatihan ini, Kelompok Tani didampingi oleh Harwanto, seorang Dosen dari Polbangtan Malang, memberikan panduan tentang cara pengendalian OPT yang tepat. Sebelumnya, para petani telah bergantung pada penggunaan pestisida kimia.

Harwanto mengatakan “penggunaan pestisida kimia secara berkelanjutan memiliki dampak negatif terhadap berbagai aspek, seperti resistensi hama, resurgensi, pencemaran lingkungan, dan degradasi tanah”.

Dalam pelatihan ini, para petani diberikan pengetahuan tentang metode pengendalian yang lebih alami dan telah teruji keefektifannya untuk mengatasi penyakit pada tanaman buah naga. Selain itu, Harwanto juga menekankan pentingnya manajemen kebun dan pengelolaan agroekosistem yang baik sebagai kunci untuk mengendalikan perkembangan hama dan penyakit di lapangan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia