Advertisement
Indonesia Positif

Sebulan Operasi Pasar di 4 Titik, Beras-Telur Jadi Buruan Utama Masyarakat

Selama sebulan terakhir operasi pasar dilakukan di empat titik yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kediri. ... ...

TIMES Indonesia,
Sebulan Operasi Pasar di 4 Titik, Beras-Telur Jadi Buruan Utama Masyarakat
Salah satu warga saat membeli beras di operasi pasar (foto : yobby/Times Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

KEDIRI Selama sebulan terakhir operasi pasar dilakukan di empat titik yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kediri

Operasi pasar pertama dilakukan di wilayah Kecamatan Wates, kemudian menyusul Kecamatan Badas dan Kecamatan Pare. Operasi pasar terakhir digelar di wilayah Kecamatan Grogol.

Advertisement

Operasi pasar yang merupakan kolaborasi Perum Bulog Kediri bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri tersebut bertujuan untuk mendekatkan barang kebutuhan bahan pokok, sehingga masyarakat bisa mendapatkan dengan harga terjangkau.

Komoditas bahan pokok yang dijual selama operasi pasar, memang lebih murah dibandingakan harga di pasaran. Seperti beras SPHP kualitas medium, tiap kemasan 5 kg dijual dengan harga Rp52 ribu. Sementara untuk telur dijual dengan harga Rp22 ribu per kilogram dan minyak goreng Rp14 ribu per liter.

Adapun pada operasi pasar,  disiapkan beras sebanyak 8 ton, telur 1 kuintal dan minyak goreng sekitar 678 liter. "Beras 52 ribu per pak, jadi per kilo harganya 10.400, selisih dengan diluar yang sudah 12.800, ada yang 13 ribu. Telur Rp 22 ribu, dengan harga di pasar Rp24 ribu," Kabid Ketersediaan, Distribusi dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, Arbai, Rabu (27/09/2023).

Arbai menambahkan antusiasme masyarakat masih terfokus pada komoditas beras. Hal itu mengingat
harga beras, belakangan terus merangkak naik.

Seperti yang terjadi di wilayah kecamatan Badas dan Pare, dimana beras yang disiapkan langsung habis dibeli masyarakat dalam waktu yang singkat. Di kecamatan Grogol yang dipusatkan di Balai Desa Cerme, masyarakat datang silih berganti untuk mendapatkan beras dengan harga terjangkau.

Advertisement

Selain komoditas beras, Arbai mengungkapkan telur menjadi komoditas kedua yang banyak dicari. "Yang paling laris komoditas beras dan telur," ujarnya.

Kegiatan operasi pasar ini sendiri diharapkan juga bisa membantu menekan kenaikan harga kebutuhan pokok. Terutama untuk harga beras, bisa turun dan tidak naik terlalu tinggi. Jika nantinya memang diperlukan, operasi pasar akan kembali digelar namun dengan tempat yang berbeda.

"Kita sedang evaluasi, terutama beras. Apakah nanti diperlukan dilakukan operasi pasar pada bulan Oktober. Jika dilakukan lagi, titik lokasinya berbeda," pungkasnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yobby Lonard Antama Putra
PenulisYobby Lonard Antama PutraPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2022. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia