Kota Denpasar Edukasi 1.200 Siswa SD tentang Bahaya Rabies
Sebanyak 1.200 siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Denpasar mengikuti kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dalam rangka memperingati World Rabies Day (WRD). ...

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
DENPASAR – Sebanyak 1.200 siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Denpasar mengikuti kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dalam rangka memperingati World Rabies Day (WRD). Dalam kegiatan ini, mereka diberikan pemahaman tentang bahaya Rabies yang dapat disebabkan oleh gigitan anjing serta upaya pencegahan dini terhadap penyakit tersebut.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar drh Ni Made Suparmi menyebutkan bahwa kegiatan tersebut dikemas melalui penyelenggaraan edukasi kepada sekitar 5.000 siswa SD di 5 Provinsi, yakni Bali, Sulawesi Selatan, NTT, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Kegiatan KIE ini sendiri secara nasional diprakarsai oleh Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Kementerian Pertanian RI yang bekerjasama dengan Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP)," jabarnya, Jumat (29/9/2023).
Adapun siswa yang mendapatkan edukasi seputar Rabies tersebut berada pada jenjang kelas 4, kelas 5 dan juga kelas 6 Sekolah Dasar.
"Kami juga menggandeng pihak Disdikpora Kota Denpasar untuk menggelar KIE di 12 SD di empat Kecamatan se-Kota Denpasar," rincinya.
Pelaksanaan KIE di sekolah sekolah juga melibatkan guru-guru pada tiap sekolah yang sebelumnya telah mendapatkan pembekalan materi tentang Rabies dari AIHSP.
"Melalui kegiatan ini,kami berharap akan memberikan dampak positif kepada anak-anak SD terkait dengan bahaya penyakit Rabies dari gigitan anjing dan potensi kematian akibat penyakit Rabies bisa dicegah sejak dini," katanya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

