Advertisement
Indonesia Positif

Mahasiswa SI UNIPMA Madiun Dukung Jadi Entrepreneur melalui Boogie Thrift

Ada hal unik di Program Studi Sistem Informasi UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun). Mahasiswa tidak hanya berfokus pada skill pengembangan kompetensi digital tetapi juga didukung menjadi entrepreneur.

TIMES Indonesia,
Mahasiswa SI UNIPMA Madiun Dukung Jadi Entrepreneur melalui Boogie Thrift
Kegiatan Boogie di Car Free Day Madiun. (Foto: Tim P2MW for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MADIUN Ada hal unik di Program Studi Sistem Informasi UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun). Mahasiswa tidak hanya berfokus pada skill pengembangan kompetensi digital tetapi juga didukung menjadi entrepreneur. Salah satunya adalah tim Boogie  Second Thrift,  di mana tim ini lolos dalam Program Pengembangan Wirausaha Mandiri. Dan mendapatkan bantuan dana dari pemerintah untuk mewujudkan ide bisnisnya di bidang fashion thrift second.

Usaha fashion thrift second atau bisnis pakaian bekas merupakan salah satu solusi dalam mengurangi dampak negatif industri fashion terhadap lingkungan. Dalam industri fashion konvensional, produksi pakaian secara massal dan cepat menyebabkan peningkatan limbah, polusi, dan penggunaan sumber daya yang terus meningkat.

Advertisement

Oleh karena itu, thrift second menjadi alternatif yang semakin populer bagi konsumen yang peduli lingkungan dan semakin banyaknya konsumen yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan meminimalisir dampak negatif industri fashion.

Sponsorship-Boogie.jpg

Adapun Tim P2MW Boogie terdiri dari dosen pendamping Dimas Setiawan, dengan mahasiswa Fawwaz Naufaldini sebagai ketua tim dan anggota lain yaitu Aditya Ramadhan, Andika Agustrianto, candra pamungkas, Naufal Abi Pratama dan Muhammad Nur Yasin. 

Ketua tim P2MW Boogie, Fawwaz Naufaldini mengungkapkan adapun produk yang dijual oleh Boogie tidak hanya terfokus pada fashion thrift tetapi memilki layanan yang tidak dimiliki pelaku lain yaitu jasa konsultan fashin, repair, dan rework.  

Dosen pendamping dari Unipma Madiun, Dimas Setiawan mengatakan, Tim Boogie merupakan tim yang memiliki komoditas usaha yang unik, ditengah maraknya demo dan larangan industri thrifting tidak membuat tim ini menyerah untuk mewujudkan usaha yang merka sukai, kolaborasi dan komunikasi dengan beberapa brand lokal serta adanya penambahan jasa layanan konsultan fashion, repair dan rework merupakan ide yang unik dan terbukti mendapat pendanaan usaha dan dukungan dari program P2MW. 

Advertisement

Tim-P2MW-Boogie.jpg

“Ini  tahap awal, mereka masih perlu perjalanan panjang untuk bisa memaksimalkan komoditas usaha mereka,” ujar Dimas.

Kebutuhan entrepreneur  semakin meningkat pesat, untuk itu Program Studi Sistem Informasi UNIPMA membuka kesempatan lebar bagi generasi muda untuk bergabung dalam mewujudkan pemenuhan sumber daya entrepreneur dan talenta digital menuju Indonesia yang lebih baik. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSuciati (CR-219) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia