Kembangkan Agribisnis, Tim PKMK UNIPMA Sulap Kulit Kakao untuk Pupuk Organik
Agribisnis kakao adalah salah satu sektor penting perekonomian masyarakat Kabupaten Madiun. Hasil panen perkebunan kakao berupa biji dan kulit. Limbah kulit kakao mengakibatkan penumpukan sampah organik

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MADIUN – Agribisnis kakao adalah salah satu sektor penting perekonomian masyarakat Kabupaten Madiun. Hasil panen perkebunan kakao berupa biji dan kulit. Limbah kulit kakao mengakibatkan penumpukan sampah organik, memicu pertumbuhan jamur parasit di sekitar lahan, bau menyengat dan menyebabkan datangnya lalat buah hingga mengganggu lingkungan. Melihat fenomena tersebut, menggerakkan tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang kewirausahaan (PKMK) UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) tergerak untuk mengolah limbah kakao menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Inovasi yang dilakukan oleh Nadya Lianita Aulia, Nurul Aminin, Redo Putri Panjahitan dan Natasya Dewi Qamara ini adalah membuat rintisan usaha pupuk pupuk organik. Produk pupuk organik yang dibuat oleh tim PKMK mengusung brand “Metakao”. Terdapat tiga produk utama di Metakao yaitu pupuk blok komposit, pupuk granul dan potty pot sebagai media tanam.

Menariknya pupuk blok komposit dan pupuk granul ini berbeda dengan media tanam yang dijual di pasaran. Produk Metakao adalah inovasi dengan penerapan Iptek berupa formulasi pupuk organik hasil riset yang multifungsi berbasis eco-friendly.
PKMK ini dibiayai oleh Belmawa, Kemdikbudristek tahun 2023 untuk mendukung rintisan start up bisnis, agar mahasiswa siap berwirausaha. “Mahasiswa Pendidikan biologi UNIPMA Madiun kami bekali dengan kemampuan entrepreneur dengan memanfaatkan hasil alam,” ungkap Dr. Wachidatul Linda Yuhanna, M.Si, dosen pendamping.

Proses merintis bisnis memerlukan perjuangan dan strategi, hal ini disadari oleh tim PKMK. “Kami berkomitmen untuk mengembangkan bisnis ini secara berkelanjutan walaupun dimulai dari kapasitas mikro,” ungkap Nadya Lianita Aulia, ketua tim PKMK.
Harapannya, Metakao menjadi unit usaha yang potensial. Tim PKMK juga mempunyai misi sosial membantu petani kakao meningkatkan income dari penjualan limbah kulitnya sebagai bahan baku usaha. Selain itu sebagai upaya misi penyelamatan lingkungan dari timbunan limbah organik perkebunan, peningkatan kesehatan lingkungan dan mengurangi udara kotor akibat bau busuk kulit kakao. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

