Dosen Pendidikan Bahasa Inggris UNIPMA Melatih Penyusunan E-Book di MIN 1 Kota Madiun
Kegiatan pengabdian masyarakat atau Abdimas dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun)

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Madiun – Kegiatan pengabdian masyarakat atau Abdimas dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Unipma Madiun (Universitas PGRI Madiun) memberikan pelatihan penyusunan e-book pembelajaran bahasa Inggris SD berbasis Kurikulum Merdeka. Kegiatan Abdimas ini bermitra dengan MIN 1 Kota Madiun yang dilaksanakan pada Kamis hingga Jumat (28-29/9/2023).
Kurikulum Merdeka merupakan tuntutan dan memberikan angin segar terhadap pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar. Kurikulum ini memberikan penguatan pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar meski dalam praktiknya tidak semua sekolah siap dengan pembelajaran bahasa Inggris. Kurikulum Merdeka menempatkan pembelajaran bahasa Inggris sebagai materi yang sangat dibutuhkan bagi anak Indonesia. Juga, menjaga keselarasan kurikulum pembelajaran bahasa Inggris di semua jenjang serta agar pemerataan kualitas pendidikan di tanah air.

Dalam pelatihan ini, sebanyak 12 guru bahasa Inggris ikut dan dibentuk menjadi tiga kelompok. Materi pelatihan disampaikan tim Abdimas dosen Prodi Pendidikan bahasa Inggris UNIPMA yakni Dr. Rosita Ambarwati, S.S,MPd, menyampaikan materi HOTS dan mendampingi penyusunan RPP kelompok 1, Nuri Ati Ningsih, SPd. menyampaikan materi tentang silabus dan format RPP satu lembar dan mendampingi penyusunan RPP kelompok 2, dan Dr. Sumani, M.M, M.Hum menyampaikan materi profil pelajar Pancasila dan mendampingi penyusunan RPP kelompok 3.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga menggandeng dua mahasiswa Unipma Madiun sebagai anggotanya. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa mendapatkan rekognisi atau pengakuan terhadap kegiatan belajar mahasiswa di luar kampus dengan penyetaraan mata kuliah yang sedang ditempuh. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

