Advertisement
Indonesia Positif

H. Puguh Wiji Pamungkas Presiden NGG Bicara Tentang Terbatasnya Lapangan Kerja

Terbatasnya lapangan kerja adalah salah satu tantangan utama yang dihadapi dalam era bonus demografi.

TIMES Indonesia,
 H. Puguh Wiji Pamungkas Presiden NGG Bicara Tentang Terbatasnya Lapangan Kerja
(FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Terbatasnya lapangan kerja adalah salah satu tantangan utama yang dihadapi dalam era bonus demografi. Fenomena era bonus demografi terjadi ketika jumlah penduduk usia kerja (15-64 tahun) lebih besar daripada jumlah orang yang tidak bekerja, seperti anak-anak dan orang tua.

Pada dasarnya, ini menciptakan potensi ekonomi yang besar untuk suatu negara, karena jumlah penduduk yang dapat berkontribusi pada perekonomian lebih banyak daripada jumlah orang yang bergantung pada dukungan finansial.

Advertisement

Namun, terbatasnya lapangan kerja dapat mengurangi manfaat dari era bonus demografi ini. Jika ekonomi tidak mampu menciptakan cukup lapangan kerja untuk memanfaatkan tenaga kerja yang tersedia, ini dapat menyebabkan pengangguran, kemiskinan, dan ketidakstabilan sosial ekonomi.

H. Puguh Wiji Pamungkas selaku Presiden NGG mengungkapkan bahwa, untuk mengatasi tantangan ini, penting bagi pemerintah dan sektor swasta untuk bekerja sama dalam menciptakan peluang pekerjaan. Investasi dalam pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pengembangan infrastruktur ekonomi dapat membantu meningkatkan kualifikasi tenaga kerja dan menciptakan lapangan kerja baru. Selain itu, mendukung wirausaha dan inovasi juga dapat menciptakan peluang pekerjaan yang baru dan berkelanjutan.

Penting juga untuk menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif, memperkenalkan kebijakan ekonomi yang mendukung pertumbuhan sektor swasta, dan memastikan bahwa perkembangan ekonomi bersifat inklusif, melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

Oleh karena itu, kita dapat mengubah tantangan terbatasnya lapangan kerja menjadi peluang dengan mengoptimalkan era bonus demografi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia