Advertisement
Indonesia Positif

BBGP Jatim Bersama Fasilitator Sekolah Penggerak dari UNIPMA, Sukseskan Lokakarya P5 di Ngawi

Balai Besar Guru penggerak (BBGP) Jawa Timur bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi menggelar kegiatan Lokakarya 2 Program Sekolah Penggerak (PSP)

TIMES Indonesia,
BBGP Jatim Bersama Fasilitator Sekolah Penggerak dari UNIPMA, Sukseskan Lokakarya P5 di Ngawi
Penyampaian materi oleh fasilitator sekolah penggerak. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MADIUN Balai Besar Guru penggerak (BBGP) Jawa Timur bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi menggelar kegiatan Lokakarya 2 Program Sekolah Penggerak (PSP) Angkatan 3, Sabtu (23/9/2023). Tema lokakarya ini adalah perancangan dan penerapan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang berpusat pada murid. Bertempat di SMP 1 Ngawi,

Lokakarya ini diikuti oleh PSP dari jenjang PAUD dan SD di Kabupaten Ngawi dan Kota Madiun. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali dan mendampingi sekolah penggerak dalam menyusun dan mengimplementasikan P5 agar peserta didik mempunyai karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

Advertisement

Demonstrasi.jpg

Salah seorang  Fasilitator Sekolah Penggerak (FSP) dari UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) yang terlibat adalah Dr. Wachidatul Linda Yuhanna, M.Si sebagai pendamping jenjang Sekolah Dasar.

Setiap satuan pendidikan mengikutsertakan pengawas sekolah, kepala sekolah dan dua guru. Peserta dari jenjang SD merupakan 6 sekolah dampingan, yang terdiri dari SDN Sukosari Madiun, SDN 03 Kanigoro Madiun, SD Muhammadiyah 1 Paron, SDN Randusongo 3, SDN Karangsono 2, dan SDN Karangrejo 3. “Peserta lokakarya sangat interaktif terutama pada saat sesi ruang kolaborasi dan demonstrasi kontekstual, peserta mampu menghasilkan draft P5 yang inovatif,” ungkap Dr. Linda, selaku fasilitator.

lokakarya.jpg

Selama kegiatan berlangsung, masing-masing sekolah sudah mulai memetakan tema P5, topik, dimensi, elemen dan sub elemen P5. Tahapan pelaksanaan P5 terdiri dari tahap pengenalan atau inisiasi, tahap kontekstualisasi, tahap aksi dan tahap evaluasi  dan refleksi. Masing-masing sekolah sudah mampu merancang aktivitas siswa dan guru pada setiap tahap. “Adanya diskusi dan bertukar pikiran antar satuan pendidikan, membuat ide tentang P5 semakin variatif,” ujar Marsini, peserta lokakarya.

Advertisement

Kegiatan diakhiri dengan penyampaian refleksi dan rencana tindak lanjut. Satuan pendidikan diharapkan dapat melengkapi modul ajar P5 dan mampu melaksanakan kegiatan P5 yang telah dirancang. Hasil rencana tindak lanjut kegiatan akan didampingi dan dimonitoring oleh fasilitator untuk mengetahui progres dan capaian yang telah dilaksanakan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSuciati (CR-219) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia