Advertisement
Indonesia Positif

Mahasiswa UB Ciptakan Stetoskop Pintar Deteksi Penyakit Jantung

Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) kembali menciptakan sebuah alat inovasi. Kali ini tim Program Kreativitas Mahasiswa skema Karsa Cipta (PKM-KC) yang terdiri atas Muha ...

TIMES Indonesia,
Mahasiswa UB Ciptakan Stetoskop Pintar Deteksi Penyakit Jantung
Team mahasiswa UB yang mengembangkan inovasi stetoskop pintar pendeteksi penyakit jantung. (Foto: Humas UB for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) kembali menciptakan sebuah alat inovasi. Kali ini tim Program Kreativitas Mahasiswa skema Karsa Cipta (PKM-KC) yang terdiri atas Muhammad Rayyan Doli Rangkuty (FK), Dhaffin Rayhzan Ferdian (FK), Nadzir Wahyu Ahmadi (FK), Sarina Tricia (FT), dan Nadya Sekarsari Setyabudi (FT).

Tim ini dibimbing oleh dosen dr. Thareq Barasabha, M.T., dari Fakultas Kedokteran itu mengembangkan inovasi stetoskop pintar untuk mendeteksi penyakit jantung.

Advertisement

Inovasi ini terdiri atas dua bagian, yakni SmartBeat dan BeatMobile. SmartBeat adalah perangkat yang digunakan untuk mendeteksi denyut jantung, sedangkan BeatMobile adalah aplikasi yang digunakan untuk menampilkan hasil deteksi.

“Stetoskop pintar ini dapat mendeteksi penyakit jantung secara dini. Inovasi ini menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) untuk mengolah data denyut jantung,” terang ketua tim, Muhammad Rayyan.

SmartBeat dilengkapi dengan sensor untuk mendeteksi denyut jantung. Data denyut jantung kemudian dikirim ke BeatMobile melalui jaringan internet. BeatMobile menggunakan AI untuk mengolah data denyut jantung dan mendeteksi adanya ketidaknormalan atau gangguan kardiovaskular.

Inovasi ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain, dapat mendeteksi penyakit jantung secara dini, dapat digunakan untuk pemantauan penyakit jantung dari jarak jauh, memiliki tingkat akurasi yang tinggi, dan mudah digunakan.

“Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan deteksi dini penyakit jantung dan meningkatkan kesehatan masyarakat,” kata  dosen pembimbing dr. Thareq Barasabha.

Advertisement

SmartBeat team berencana mengembangkan inovasi ini lebih lanjut dan memasarkannya ke masyarakat.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia