Advertisement
Indonesia Positif

Sekolah Islam Shafta Kirab Perayaan Maulid Nabi dan Sambut Hari Santri 

Seluruh siswa maupun siswi dari unit pendidikan yang ada di yayasan turut andil menjadi peserta kegiatan ... ...

TIMES Indonesia,
Sekolah Islam Shafta Kirab Perayaan Maulid Nabi dan Sambut Hari Santri 
Kirab Maulid Nabi Muhammad SAW di Sekolah Islam Shafta Surabaya, Kamis (12/10/2023). (FOTO; Dok.NU Online)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SURABAYA Yayasan Al Insanul Kamil yang menaungi Sekolah Islam Shafta Surabaya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menggelar kirab dan berbagai acara bernuansa religi. Acara ini sekaligus menyongsong peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2023.

Seluruh siswa maupun siswi dari unit pendidikan yang ada di yayasan turut andil menjadi peserta kegiatan.

Advertisement

"Acara juga untuk menyambut Hari Santri dengan harapan agar kami dari keluarga besar Sekolah Islam Shafta dapat diakui sebagai santri oleh para kiai dan Ulama Pendiri NU,” ungkap Kepala SMA Islam Shafta Surabaya, Dwi Cahyo Kurniawan, Kamis (12/10/2023).

Lora-Ismail-al-Kholilie.jpg
Lora Ismail al-Kholilie dari Bangkalan saat memberikan ceramah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sekolah Islam Shafta Surabaya, Kamis (12/10/2023). (FOTO; Dok.Sekolah Islam Shafta Surabaya)

Kepala SMP Islam Shafta, Fatiya Nur Azizah mengungkapkan hal senada. Ia berharap momen maulid ini dapat mengenang sekaligus meneladani kiprah Nabi Muhammad SAW.

"Dari peringatan maulid yang diwujudkan dengan kirab diharapkan bisa meneladani akhlak Rasulullah SAW yang membawa umatnya ke jalan kebenaran,” katanya.

Demikian pula agar peserta didik bisa mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dan yang tidak kalah penting adalah bahwa kirab maulid sebagai bagian dari menjalankan perintah agama Islam.

Advertisement

Selama acara kirab para peserta yakni sejumlah guru, pegawai, dan peserta didik menggunakan kostum dari bahan daur ulang atau recycle. 

Mereka ada yang memilih menggunakan pakaian berbahan plastik, botol bekas, hingga kertas dan media lain yang sudah tidak digunakan. Kendati tampil dengan bahan seperti itu, namun penampilan mereka demikian kreatif dan menarik warga yang menyaksikan sepanjang jalan.

“Alasan peserta mengenakan bahan recycle tujuannya adalah untuk mengurangi limbah terutama plastik, serta menumbuhkan inovasi dan kreasi peserta khususnya peserta didik,” terangnya.

Sedangkan ketua panitia, Jauharotul Izzah menjelaskan bahwa selama kirab maulid juga diadakan lomba. Yakni lomba maskot yang juga berbahan daur ulang.

Diharapkan dari lomba maskot yang juga bahan-bahannya adalah dari daur ulang, mereka dapat mencintai lingkungan. Karena sejatinya, Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang cinta kepada lingkungan,” tandasnya.

Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sekolah Islam Shafta Surabaya juga diisi dengan pengajian umum yang menghadirkan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Fahrur Rozi atau Gus Fahrur dari Malang. Juga hadir memberikan mauidhah hasanah yakni Lora Ismail al-Kholilie dari Bangkalan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Lely Yuana
PenulisLely YuanaPernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 8 September 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, birokrasi, hukum, gaya hidup, seni dan budaya, serta isu sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia