Advertisement
Indonesia Positif

Ratusan Anak Berbagai Daerah Adu Penampilan Cerita Panji

Ratusan anak dan remaja dari berbagai daerah di Indonesia, yang tergabung dalam grup sanggar tari atau grup sekolah adu kreativitas untuk menyuguhkan penampilan terbaikny ...

TIMES Indonesia,
Ratusan Anak Berbagai Daerah Adu Penampilan Cerita Panji
Penampilan Cerita Panji dalam Festival Pertunjukan Cerita Panji Remaja dan Anak-Anak yang diadakan oleh Kemendikbud ristek. (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Ratusan anak dan remaja dari berbagai daerah di Indonesia, yang tergabung dalam grup sanggar tari atau grup sekolah adu kreativitas untuk menyuguhkan penampilan terbaiknya dalam Festival Pertunjukan Cerita Panji Remaja dan Anak-Anak yang diadakan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tekhnologi (Kemendikbud ristek) di Universitas Brawijaya (UB).

Festival ini sendiri telah dihelat sejak bulan Agustus lalu, yang diikuti oleh ratusan sanggar swasta dan sekolah. Hingga pada 10-12 Oktober menyisahkan puluhan grup untuk mengikuti babak final di UB.

Advertisement

Pamong budaya ahli muda Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Ani Vera Diani mengatakan, kegiatan lomba pertunjukan cerita Panji ini diselenggarakan dalam rangka sebagai bagian dari rangkaian Asean Panji festival 2023.

"Asean panji festival sendiri itu diselenggarakan mulai tanggal 7 Oktober sampai dengan 28 Oktober nanti. Yang akan diselenggarakan di 5 Kota yakni Yogyakarta, Kediri, Malang, Pasuruan, dan Solo," ucapnya, Kamis (12/10/2023) malam.

Sehingga lomba yang digelar ini merupakan pre-event dari gelaran cerita panji akbar yang nanti akan di gelar bersama dengan 9 negara lain yang ada di Asean di Indonesia.

"Kegiatan utamanya itu sendiri berupa pertunjukan kolaborasi cerita Panji se-Asean. Jadi Cerita Panji ini kan sudah menyebar se-Asean, nah disini kami mencoba untuk melakukan kolaborasi dengan 9 negara Asean lainnya untuk melakukan pertunjukan Panji," imbuhnya.

Pihaknya menuturkan,  pemerintah terus berupaya untuk melestarikan Cerita Panji. Karena Cerita Panji sendiri sudah diakui sebagai Memory of the World (MoW) oleh Unesco sejak 31 Oktober 2017 lalu.

Advertisement

"sehingga ini menjadi alasan kami kenapa penyelenggaraanya pada bulan Oktober,  sebagai bentuk perayaan dan mengingatkan kembali diakui oleh internasional," kata dia.

Menurutnya, Cerita Panji menjadi salah satu warisan budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Untuk itu pemerintah terus berusaha agar peninggalan yang syarat akan sejarah ini bisa terus lestari. Salah satu caranya dengan menggelar event semacam ini.

"Diharapkan masyarakat dapat lebih aware terhadap cerita Panji ini. Karena Cerita Panji hidup di masyarakat itu kan dalam wujud yang bermacam-macam, ada yang berupa folklor, ada museum topeng panji. Jadi perwujudan dari cerita Panji itu sebetulnya bermacam-macam terkadang masyarakat tidak sadar," pungkasnya.

Salah satu peserta yang berasal dari Pacitan, Pandu Sadeka mengatakan, dengan adanya festival semacam ini, dia yakin akan lebih banyak masyarakat yang mengetahui dan menggemari Cerita Panji sebagai kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia.

"Di daerah-daerah pasti ada cerita panji, jadi itu yang harus terus digali dan dilestarikan," ucapnya.

Dalam perlombaan ini, dia menampilkan cerita tentang Wayang Beber Pacitan. Wayang Beber adalah seni wayang berupa lembaran-lembaran (beberan) yang muncul dan berkembang di Jawa pada masa pra-Islam dan masih berkembang di daerah tertentu di Pulau Jawa. Dinamakan wayang beber karena berupa lembaran yang dibentuk menjadi tokoh-tokoh dalam cerita baik mahabrata maupun ramayana.

Pihaknya berharap,  akan ada banyak event di Indonesia yang dilakukan untuk upaya melestarikan kekayaan budaya yang ada di Indonesia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia