Advertisement
Indonesia Positif

Simposium IKA UB Bahas Masa Depan Ketahanan Pangan di IKN

Berbagai persiapan terus dilakukan oleh pemerintah untuk menyambut Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di Provinsi Kalimantan Timur. ...

TIMES Indonesia,
Simposium IKA UB Bahas Masa Depan Ketahanan Pangan di IKN
Ketum IKA UB, M Zainal Fatah saat membuka acara simposium bertajuk masa depan ketahanan pangan di IKN. (Ist)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Berbagai persiapan terus dilakukan oleh pemerintah untuk menyambut Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di Provinsi Kalimantan Timur. Kabar terbaru, saat ini progres pembangunan IKN yang punya luasan wilayah darat seluas 256 ribu hektare dan wilayah perairan laut seluas 68.189 hektare itu sudah mencapai 51 persen.

Untuk menyiapkan hal itu, berbagai unsur turut memberikan perhatian untuk kesiapan IKN di masa depan. Seperti yang dilakukan Ikatan Alumni (IKA) Universitas Brawijaya dengan menggelar Simposium dengan Tema Masa Depan Ketahanan Pangan di Ibukota Nusantara.

Advertisement

Dalam acara tersebut, ada 5 Narasumber Kompeten yang dihadirkan, seperti Direktur Pangan dan Pertanian Kementrian PPN Bappenas Djarot indarto, Dirjen perumahan Kementrian PUPR Iwan Suprianto, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Myrna Asnawati Safitri, Dekan Fakultas Pertanian UB Prof. Mangku Purnomo, dan Direktur Bulog, Budi Waseso yang diwakili M Suyanto.

Sekjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M Zainal Fatah, yang juga sebagai Ketua Umum (Ketum) IKA UB mengatakan, dengan menggelar Simposium ini, pihaknya ingin UB sebagai perguruan tinggi yang besar bisa memberikan kontribusinya dalam pembangunan IKN saat ini dan masa depan nanti.

"Harapan besar kita dengan adanya simposium, kita diskusi seusai dengan  keahlian masing-masing. Tentu kita ingon memberi sumbangsih, sekurang-kurangnya pemikiran dari UB," ucapnya.

Fatah melanjutkan,  pengembangan wilayah baru seperti IKN tentu tidak hanya  soal membangun infrastruktur dasar. Tetapi bagaimana negara bisa membangun peradaban baru di sesuatu tempat yang kita mungkin kurang dikenal sebelumnya.

"Membangun peradaban artinya membangun manusia. Kebutuhan manusia yang harus kita penuhi pertama  adalah pangan. Jadi tidak mungkin kita membangun sebuah kawasan baru apalagi ini kota, tanpa kita memikirkan  lebih jauh tentang bagaimana keamanan pangan, ketahanan pangan kita,  dan tentu reseliansinya," imbuhnya.

Advertisement

Menurutnya, hal ini juga menjadi tanggung jawab para akademisi dan juga alumni untuk ikut memikirkan ketahanan pangan yang ada di negara ini, khususnya di kawasan baru yang menjadi Ibu Kota Negara.

"Ini saatnya kita tunjukan bahwa UB memang bisa. Memikirkan kebaikan indonesia ke depan khususnya melalui pembangunan IKN," pungkasnya. (D)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia