Advertisement
Indonesia Positif

Keren Mahasiswa Fakultas Hukum UWG Gelar Diskusi "Nonton Bareng Dokumentasi Netflix Ice Cold

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Widyagama (UWG Malang) baru-baru ini menggelar sebuah acara diskusi yang menarik dan informatif yang diberi judul "Nonton Bareng Dokumentasi Netflix 'Ice Cold'" atau sering disebut "Kopi Sianida."

TIMES Indonesia,
Keren Mahasiswa Fakultas Hukum UWG Gelar Diskusi "Nonton Bareng Dokumentasi Netflix Ice Cold
Foto: AJP TIMES Indonesia
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Widyagama (UWG Malang) baru-baru ini menggelar sebuah acara diskusi yang menarik dan informatif yang diberi judul "Nonton Bareng Dokumentasi Netflix 'Ice Cold'" atau sering disebut "Kopi Sianida." Acara ini diadakan di Lobby Kampus 2 UWG Malang dan berhasil mengumpulkan sekitar 49 mahasiswa fakultas hukum.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendorong mahasiswa fakultas hukum UWG Malang untuk memberikan pandangan dan berdiskusi mengenai film dokumenter yang sedang hangat diperbincangkan, yaitu "Kopi Sianida." Film ini telah menjadi pusat perdebatan dan kontroversi di masyarakat, sehingga pihak Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) merasa penting untuk mendapatkan perspektif mahasiswa mengenai aspek keadilan dalam konteks peradilan kasus tersebut.

Advertisement

Ketua Pelaksana acara ini menyampaikan kesan positifnya tentang acara tersebut,. "Acaranya sangat menarik dan interaktif. Kami ingin memastikan bahwa BEM dan mahasiswa aktif dalam berpartisipasi dan berpendapat tentang film 'Ice Cold' ini," jelasnya.

tim-nobar.jpg

Peserta acara diberi kesempatan untuk menonton dokumenter "Ice Cold" sebelum terlibat dalam sesi diskusi yang dipandu oleh dua pembicara, yaitu Asri (angkatan 23) dan Bimas (angkatan 22). Mereka mengulas berbagai aspek hukum dan keadilan yang muncul dalam film tersebut, memberikan pandangan pribadi mereka, dan memfasilitasi diskusi yang penuh ide.

Pemantik diskusi pada acara ini adalah Henokh (angkatan 23) dan Josep. Mereka berperan penting dalam mengarahkan diskusi dan memberikan panduan kepada peserta agar memahami isu-isu yang terkait dengan kasus "Kopi Sianida." Para peserta aktif terlibat dalam berbagi pandangan dan mengajukan pertanyaan, menciptakan atmosfer diskusi yang produktif dan menarik.

Acara ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi, tetapi juga memberikan platform bagi mahasiswa fakultas hukum UWG Malang untuk menjelajahi beragam sudut pandang tentang konsep keadilan dan hukum dalam konteks kontroversi yang dihadirkan dalam film "Ice Cold." Diharapkan bahwa kegiatan semacam ini akan membantu memperluas pemahaman mahasiswa tentang sistem peradilan dan hukum, serta mendorong pemikiran kritis dalam mengevaluasi isu-isu yang kompleks dalam masyarakat. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

D
PenulisDwi Fitri Wiyono (CR-57) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia