Guru Didorong Manfaatkan Teknologi AI untuk Peningkatan Keterampilan Berbahasa Jerman
Di era digital yang semakin maju, teknologi AI telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan dan pengembangan bahasa Jerman. Sebagai ...

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Di era digital yang semakin maju, teknologi AI telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan dan pengembangan bahasa Jerman. Sebagai seorang guru bahasa Jerman menguasai perkembangan teknologi AI perlu dilakukan. Oleh karena itu, guru bahasa Jerman memerlukan pelatihan untuk memahami dan menggunakan teknologi AI secara efektif.
Dosen Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeti Malang membuat workshop pelatihan penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk peningkatan empat keterampilan berbahasa Jerman. Seminar dan workshop yang digelar 2 Agustus 2023 ini diikuti oleh guru-guru MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) bahasa Jerman dan organisasi IGBJI (Ikatan Guru Bahasa Jerman) se Malang Raya sebanyak 32 peserta.
Inovasi kegiatan bertujuan untuk memperkuat kualitas pengajaran bahasa Jerman di Malang, menjadikan pembelajaran lebih menarik, dan mendukung kemajuan peserta didik dalam empat keterampilan berbahasa Jerman.
“Kegiatan ini juga untuk menambah wawasan guru tentang penggunaan teknologi AI secara maksimal untuk penguasaan empat keterampilan berbahasa Jerman,” ucap Ketua Pelaksana Seminar dan Workshop, Dr. M. Kharis, S.Pd., M.Hum.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri yang telah menguasai AI, yaitu Robby Yunia Irawan, M.Pd., Staf Departemen Sastra Jerman UM. Salah satu aplikasi yang digunakan, yaitu Chatbot GPT (Generative Pre-trained Transformer) untuk melatih empat keterampilan bahasa Jerman. GPT adalah model AI yang menggabungkan pemahaman bahasa alami dengan kemampuan generator teks.
Pada pembukaan acara pemateri memberikan materi tentang pengenalan ChatGPT dan cara mendaftarkan diri agar memiliki akun. Hal itu diperlukan sehingga guru dapat mengoperasikan dan mengeksplor fitur ChatGPT. Selanjutnya melatih empat keterampilan bahasa Jerman.
Untuk keterampilan membaca para peserta dapat memberikan kata kunci ke dalam kolom sehingga ChatGPT dapat memberikan teks yang akan dibaca oleh peserta. Dalam pengembangan keterampilan membaca, AI dapat membantu pengguna dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami teks dan meresponsnya dengan tepat. AI dapat membantu pengguna dalam memperbaiki kemampuan mereka dalam mengidentifikasi kata-kata yang sulit dan memperkaya kosa kata para pembelajar. Peserta pelatihan juga dapat memberikan beberapa kali prompt sehingga ChatGPT dapat memproduksi teks yang diinginkan oleh peserta.
Pada keterampilan menulis peserta dapat mencoba memberikan prompt kemudian setelah teks diproduksi peserta mengedit dan menyesuaikan teks yang diberikan oleh mesin AI. AI dapat membantu pengguna dalam memperbaiki tata bahasa dan ejaan mereka. AI juga dapat membantu dalam memperbaiki gaya penulisan dan memberikan saran untuk perbaikan lebih lanjut.
Pada keterampilan menyimak dan mendengar ChatGPT diberi fasilitas fitur tambahan melalui aplikasi webstore yang bernama Voice Narator for ChatGPT. Setelah itu para peserta memberikan input kepada ChatGPT berupa suara dalam bahasa Jerman dan dapat mengubah suara menjadi teks. AI dapat digunakan untuk memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih realistis dan memperbaiki kemampuan pengguna untuk memahami berbagai aksen dan dialek. Selain itu, AI juga dapat membantu pengguna dalam memperbaiki kemampuan mereka untuk mengenali intonasi dan penekanan dalam percakapan.
Dalam pengembangan keterampilan berbicara, AI dapat digunakan untuk memberikan umpan balik yang lebih akurat dan membantu pengguna memperbaiki proses berbicara mereka. AI juga dapat membantu pengguna memperbaiki pengucapan mereka, memberikan rekomendasi vokal, dan memperkaya kosakata mereka.
Ketua pelaksana, Dr. M. Kharis, S.Pd., M.Hum. menyampaikan bahwa hasil pelatihan penggunaan AI untuk pembelajaran bahasa Jerman sangat efektif. Guru-guru dapat belajar dari yang tidak tahu AI dan tidak tahu penggunaan AI menjadi tahu.
Respon guru setelah pelatihan diantaranya mempermudah dalam menyediakan sumber latihan, meningkatkan pemahaman tata bahasa Jerman, membantu dalam memperluas kosa kata bahasa Jerman.
Syafitri Fajerin, salah satu guru yang hadir, setuju, menyatakan bahwa kegiatan Seminar dan Workshop Pelatihan Penggunaan Teknologi Artificial Intelligence (AI) sangat membantu untuk menyusun bahan pembelajaran dan berpotensi besar untuk diterapkan pada pembelajaran siswanya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

