Advertisement
Indonesia Positif

Wisatawan Korban Insiden ‘Water Boom’ Pancoran Waterpark Banyuwangi Malah Dapat Janji Kosong

Sudah jatuh tertimpa tangga. Ya, begitulah gambaran nasib Rindi Andritia Wardhani, wisatawan korban insiden ‘Water Boom’ destinasi wisata buatan Pancoran Waterpark, D ...

TIMES Indonesia,
Wisatawan Korban Insiden ‘Water Boom’ Pancoran Waterpark Banyuwangi Malah Dapat Janji Kosong
Rindi Andritia Wardhani, wisatawan korban insiden Water Boom Pancoran Waterpark, Rogojampi, Banyuwangi. (FOTO: Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANYUWANGI Sudah jatuh tertimpa tangga. Ya, begitulah gambaran nasib Rindi Andritia Wardhani, wisatawan korban insiden ‘Water Boom’ destinasi wisata buatan Pancoran Waterpark, Dusun Pancoran, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Setelah insiden tersebut, keluarga Rindi justru merasa ditinggalkan oleh manajemen tempat wisata tersebut. Sejak Minggu petang kemarin (5/11/2023), keluarga mencoba menghubungi manajemen melalui Bhabinkamtibmas Desa Karangbendo, namun hanya mendapatkan janji kosong.

Advertisement

"Sampai malam ini, tidak ada iktikad baik dari pihak manajemen," ungkap Kami Siswantoro, kerabat korban yang juga SE, pada Senin (6/11/2023). Keluarga Rindi juga mencoba berkoordinasi dengan Polsek Rogojampi, tetapi korban masih dalam kondisi syok, sehingga penjadwalan ulang diperlukan.

Dalam situasi ini, keluarga hanya bisa pasrah. Didampingi oleh MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, mereka bersikeras untuk memperjuangkan hak keadilan.

"Rencananya besok kami melapor ke Polresta Banyuwangi. Kami hanya ingin pertanggungjawaban dari pihak Pancoran Waterpark kepada korban," tegas Kami Siswantoro.

Manajemen Pancoran Waterpark, melalui perwakilan Zaenal Muttaqin, mengungkapkan rasa prihatin dan meminta maaf atas insiden tersebut. Mereka menyatakan bahwa ini adalah kecelakaan yang tidak terduga.

Zaenal juga mengakui bahwa keamanan pengunjung harus menjadi prioritas di tempat-tempat seperti Pancoran Waterpark. Selain itu, ia menjelaskan bahwa mereka telah membawa korban ke rumah sakit untuk pengobatan sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Advertisement

Namun, masih ada kekhawatiran karena pengunjung destinasi wisata ini tidak memiliki perlindungan asuransi. Manajemen mengatakan bahwa asuransi masih dalam tahap pembahasan, dan biaya pengobatan korban akan ditanggung oleh mereka.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengembangan dan Pengelolaan Destinasi Wisata, Disbudpar Banyuwangi, Iswanto, menegaskan bahwa destinasi wisata air seperti Pancoran Waterpark harus memiliki lifeguard profesional dan asuransi untuk menjaga keselamatan pengunjung.

Iswanto mengimbau semua pengelola destinasi wisata untuk segera mengurus asuransi bagi pengunjung demi menjaga keselamatan dan kenyamanan mereka.

Insiden di Pancoran Waterpark menjadi sorotan, dan keluarga korban bersikeras untuk mendapatkan keadilan atas cedera yang dialami Rindi Andritia Wardhani. Manajemen Pancoran Waterpark diharapkan untuk bertanggung jawab dalam memastikan keamanan pengunjungnya dan memberikan respon yang lebih baik dalam mengatasi insiden serupa di masa depan.(*)

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syamsul Arifin
PenulisSyamsul ArifinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2016. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia