Advertisement
Indonesia Positif

Menlu RI Retno Marsudi Perempuan yang Sangat Keras Bicara Palestina di PBB

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi salah satu pejabat perempuan Tanah Air yang paling keras membela Palestina di Sidang Majelis Umum PBB. Hal itu pun diakui oleh P ...

TIMES Indonesia,
Menlu RI Retno Marsudi Perempuan yang Sangat Keras Bicara Palestina di PBB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi. (FOTO: Reuters)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JAKARTA Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi salah satu pejabat perempuan Tanah Air yang paling keras membela Palestina di Sidang Majelis Umum PBB. Hal itu pun diakui oleh Presiden Jokowi (Joko Widodo).

"Coba lihat Menteri Luar Negeri Bu Retno Marsudi waktu di Dewan Keamanan PBB paling lantang, paling keras dan paling menentang," kata Presiden RI Jokowi di Rakernas LDII di Jakarta Timur, Selasa (7/11/2023).

Advertisement

Kepala Negara mengaku heran, pasalnya Retno adalah perempuan yang halus. Namun sangat galak saat berpidato di PBB.

"Saya heran juga Bu Menlu kita ini orangnya halus tapi kok di dewan keamanan (PBB) galak banget," jelasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyampaikan, perang yang terjadi di Gaza jaraknya memang jauh. Tapi Jokowi menegaskan, bahwa dukungan Indonesia tak pernah surut.

"Perang di Gaza hati-hati, ini juga jauh tapi tetap dukungan kita terhadap Palestina tidak akan surut," jelasnya Kepala Negara.

Sebelumnya, Menlu Retno Marsudi berbicara di Sidang Majelis PBB mengenai aksi ilegal Israel di wilayah Palestina. Dia mengutuk Israel dan menolak pemindahan paksa warga Gaza dari tanah airnya.

Advertisement

Hal itu disampaikan oleh Retno Marsudi sebagai sikap Pemerintah Indonesia terhadap konflik Palestina dan Israel, pada Jumat (27/10/2023).

"Serangan dan pembunuhan terus terjadi (di Gaza). Namun di tengah banyak korban, Dewan Keamanan gagal mengambil tindakan tegas," kata Retno Marsudi. 

Kata dia, Indonesia mengutuk Israel yang menyerang warga sipil, rumah sakit, dan menghukum orang-orang Palestina secara kolektif. Menurutnya, aksi itu tidak manusiawi dan bertentangan dengan hukum internasional.

"Berkaitan dengan hal tersebut, langkah nyata '3 Plus1' harus kita ambil. Yang pertama, hentikan agresi untuk mencegah lebih banyak korban sipil," ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Ramli
PenulisMoh RamliPasca Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (2023). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia