Advertisement
Indonesia Positif

Dirjen Pendidikan Islam Ungkap Pentingnya Peran Media Sebagai Penyebar Informasi dan Capaian

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag RI) Muhammmad Ali Ramdhani mengatakan peran media menjadi sangat penting di era kepemimpina ...

TIMES Indonesia,
Dirjen Pendidikan Islam Ungkap Pentingnya Peran Media Sebagai Penyebar Informasi dan Capaian
Dirjen Pendis Kemenag Muhammmad Ali Ramdhani di acara Media Gathering Pendidikan Islam tahun 2023. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JAKARTA Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag RI) Muhammmad Ali Ramdhani mengatakan peran media menjadi sangat penting di era kepemimpinan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas

Menurut pria yang akrab disapa Kang Dhani ini, Menag Yaqut terus mengingatkan kepada jajarannya untuk menyampaikan hasil kerja dilingkungan Kemenag kepada masyarakat umum. 

Advertisement

“Sampaikan informasi dan capaian yang sudah dilakukan oleh Kemenag, sehingga masyarakat bisa mengetahui apa yang kita kerjakan,” kata Kang Dhani saat berdiskusi dengan insan pers di Media Gathering Pendidikan Islam tahun 2023 pada Rabu (8/11/2023). 

Sebagai direktorat yang mengurusi pendidikan islam, Kang Dhani mengatakan perlunya dibuat kegiatan rutin bersama rekan-rekan media untuk menyamakan persepsi dan pemahaman antara Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dengan media. 

“Maka dari itu pendis mengajak media untuk menyamakan persepsi. Mungkin bisa diatur sebulan sekali ngopi bareng teman-teman media,” ujar pria yang hadir mengenakan syal Palestina sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina. 

Kang Dhani menjelaskan, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam harus terus merefleksikan diri dan mendengarkan informasi-informasi dari media karena mungkin banyak hal yang tidak kita ketahui. 

“Media itu ibarat helicopter view. Mereka melihat secara luas terkait kondisi masyarakat jadi kita harus mendengarkan informasi apa yang dibutuhkan masyarakat tentang pendidikan islam itu sendiri,” tandas Dirjen Pendis Kemenag Muhammmad Ali Ramdhani. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia