Advertisement
Indonesia Positif

Pertama di Dunia, Milenial Malang Kelola Peternakan Ayam Kampung Berbasis Teknologi Digital

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan dalam arahannya untuk mencapai tujuan pembangunan pertanian, mensyarat ...

TIMES Indonesia,
Pertama di Dunia, Milenial Malang Kelola Peternakan Ayam Kampung Berbasis Teknologi Digital
Direktur Polbangtan Malang Setya Budhi Udrayana mengunjungi Penerima Manfaat YESS. (Foto: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan dalam arahannya untuk mencapai tujuan pembangunan pertanian, mensyaratkan proses pembelajaran yang tidak pernah berhenti.

Dedi Nursyamsi menambahkan generasi milenial sebagai cikal bakal petani milenial dan wirausahawan muda pertanian harus beradaptasi melihat peluang dan memenangkan kompetisi melalui teknologi dan inovasi.

Advertisement

Sementara itu Direktur Polbangtan Malang Setya Budhi Udrayana bersama Manajer Program YESS PPIU Jatim Acep Hariri mengunjungi Penerima Manfaat YESS, Minggu (12/11/2023) di Kabupaten Malang Fibra Yohana Putra di Desa Patok Picis Kecamatan Wajak Kabupaten Malang.

Di samping dibantu pengembangan usahanya melalui program YESS, Fibra juga merintis komunitas Kompak (Komunitas peternak Ayam Kampung Malang Raya) yang saat ini sudah beranggotakan 47 orang  yang terdiri dari 31 peternak dari Kabupaten Malang, 15 peternak dari Kota Malang dan 1 psternak dari Kota Batu.

Setya-Budhi-Udrayana-2.jpg

Polbangtan Malang melalui program YESS mendorong komunitas yang dikembangkan oleh Fibra, dkk ini agar semakin maju diantaranya yang sedang dilakukan  adalah pengembangan riset dan teknologi peternakan ayam kampong berbasis digital.

Menurut Direktur Polbangtan Malang, Inilah cara Milenial beternak ayam kampung  yang ga kampungan. Pihaknya akan terus memberikan support kepada mereka diantaranya dengan mengirimkan SDM kompeten (dosen) dan juga SDA lainnya yang  dimiliki Polbangtan Malang agar ikut terlibat dalam pengembangan inovasinya.

Advertisement

Fibra dkk saat ini juga sedang menginisiasi sebuah platform digital yang dinamakan Jago Ternak yang diklaim sebagai satu-satunya dan pertama didunia yang berfokus pada ayam kampong. Menurutnya jago ternak memberikan solusi yang dirancang khusus untuk industri unggas, dengan fokus pada ayam lokal. Tujuan kami adalah menyederhanakan proses peternakan, mengoptimalkan keuntungan dan meningkatkan ketersediaan ayam lokal sehingga terjangkau bagi semua orang.

Product yang dihasilkan saat ini antara lain: DOC, Jago Fee (Formula Pakan Ayam Kampung), Jago Devices (Smart Farm), Jago Fresh, Jago Lovebird dan jago Funding.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia