Advertisement
Indonesia Positif

Pelatihan Pengolahan Tanaman Obat Dukung Pelestarian Budaya Bangsa

Sebagai negara yang kaya akan sumber bahan obat alam dan obat tradisional yang telah digunakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia secara turun temurun, ...

TIMES Indonesia,
Pelatihan Pengolahan Tanaman Obat Dukung Pelestarian Budaya Bangsa
Pelatihan pengolahan hasil tanaman obat bagi petani. (Foto: BBPP Ketindan for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Sebagai negara yang kaya akan sumber bahan obat alam dan obat tradisional yang telah digunakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia secara turun temurun, seiring dengan hasil penelitian tentang tanaman obat maka pandangan orang mulai berubah menjadikan tanaman obat sebagai alternatif untuk menanggulangi masalah kesehatan yang berkecenderungan untuk kembali ke alam (back to nature).

Dalam rangka usaha menuju obat tradisional yang benar, standar aman dan bermanfaat, maka diperlukan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Sebagai UPT Pelatihan dibawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan melaksanakan pelatihan pengolahan hasil tanaman obat bagi petani agar terjadi peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan sikap para petani. Sasaran pelatihan, yaitu 60 orang petani/kelompoktani pelaku usaha pengolahan hasil pertanian tanaman obat di Provinsi Jawa Timur.

Advertisement

Kepala BPPSDMP, Dedy Nursyamsi, mengatakan, sasaran umum BPPSDMP adalah terwujudnya SDM Pertanian yang profesional, mandiri, berdaya saing  dan berjiwa wirausaha untuk mewujudkan kesejahteraan petani. 

BBPP-Ketindan-a.jpg

“Yang tak kalah penting adalah SDM pertanian. Menjadi pengungkit produktivitas dan pengungkit produksi adalah inovasi teknologi. Dan bagaimana agar inovasi teknologi itu betul-betul diimplementasikan oleh seluruh insan pertanian, praktisi, pengusaha pertanian itu yang paling penting,” tegasnya. 

Dedi menambahkan, bahwa sehebat apapun inovasi teknologi kalau tidak ada diimplementasikan tidak akan memberikan kontribusi apapun. 

“Sebetulnya yang paling sulit adalah rekayasa sosialnya bagaimana mengubah perilaku petani dan mindset petani agar dia itu mau, dan mampu serta merasa terpanggil untuk mengimplementasikan teknologi tersebut,” imbuh Dedi Nursyamsi. 

Advertisement

Untuk meningkatkan nilai tambah tanaman obat dan memberikan keuntungan bagi  petani, maka diperlukan pengelolaan pasca panen dan proses selanjutnya sehingga dapat meningkatkan mutu dan nilai tambah produk tanaman obat.

BBPP-Ketindan-b.jpg

Seperti peningkatan nilai tambah dari panen, pengolahan hasil, pengemasan dan pelabelan sampai pemasaran produk hasil olahan.  Dalam pelatihan disampaikan materi mulai dari persiapan lahan sampai pasca panen.

Menurut Kepala BBPP Ketindan, Sumardi Noor, tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi petani dalam melakukan pengolahan tanaman obat  yang benar, aman dikonsumsi, mengembangkan usaha hilirisasi produk pertanian yang berdaya saing dalam menunjang peningkatan pendapatan perekonomian. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia