Advertisement
Indonesia Positif

Nyawiji Bareng Warga dan TNI-Polri, Cara PUPR Pacitan Gotong Royong Atasi Talud yang Terancam Roboh

Nyawiji (Bersatu), bareng warga dan TNI-Polri, cara Dinas PUPR Pacitan gotong royong kerja bakti mengatasi pemansangan batu talud saluran di Jalan Wr. Supratman yang tera ...

TIMES Indonesia,
Nyawiji Bareng Warga dan TNI-Polri, Cara PUPR Pacitan Gotong Royong Atasi Talud yang Terancam Roboh
Kekompakan Gotong Royong benahi talud di Pacitan (Foto: Tony For TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

PACITAN Nyawiji (Bersatu), bareng warga dan TNI-Polri, cara Dinas PUPR Pacitan gotong royong kerja bakti mengatasi pemansangan batu talud saluran di Jalan Wr. Supratman yang terancam roboh.

Tampak dalam pantauan sejak dini hari Dinas PUPR Pacitan bersama warga Rt 1 Kelurahan Sidoharjo Pacitan, Anggota TNI-Polri berbondong-bondong membenahi talud yang rusak dengan penuh rasa semangat gotong royong.

Advertisement

Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Air Minum (PLAM) DPUPR Pacitan Tonny Setyo Nugroho menyatakan pihaknya pingin bahu membahu bersama lintas sektoral termasuk masyarakat untuk bersama-sama mengatasi permasalahan berkaitan saluran.

"Kami dari Dinas PUPR pengen bahu-membahu bersama masyarakat dan TNI-POLRI dalam mengentaskan permasalahan bersama penanganan saluran-saluran drainase di lingkup Pacitan,"katanya, Sabtu (18/11/2023).

Selain menumbuhkan rasa kepedulian bersama kepada lingkungan, kegiatan tersebut pun diharapkan dapat menjadi semangat bersama untuk Pacitan lebih baik. Dia menyadari dalam menyelesaikan permasalahan drainase tak bisa sendiri, namun membutuhkan dukungan semua pihak termasuk masyarakat.

Kekompakan-Gotong-Royong-benahi-talud-di-Pacitan-a.jpg
Pegawai PUPR, Warga, TNI-Polri saat benahi talud yang rusak (Foto: Tony For TIMES Indonesia)

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Monggo, sareng-sareng (mari bersama-sama), kita membangun dan Nyawiji untuk Pacitan yang lebih baik." ucapnya.

Advertisement

Dengan merawat, minimal tidak membuang sampah keluarga ke saluran yang berdampak kepada penyumbatan. Terlebih saat ini mendekati musim penghujan.

"Harapan kami untuk warga masyarakat selain merawat sekitarnya pun minimal tidak membuang sampah sembarangan, sehingga saluran drainase yang sudah diperbaiki tidak tersumbat saat hujan tiba," terangnya.

Tidak hanya berdampak pada tersumbatnya saluran air, sampah yang tak beraturan pun akan merusak talud yang ada akibat benturan air yang tak lancar. Maka dari itu dia mengharapan peran warga masyarakat sangat penting. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rojihan
PenulisRojihanSarjana Managemen Pendidikan Islam di STAI NU Pacitan (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya, wisata, pemerintahan, pendidikan dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia